Categories
Codeigniter

Belajar Codeigniter Bagian 3 : Installasi Codeigniter

Installasi dan Konfigurasi CodeIgniter

Agar dapat menggunakan CodeIgniter, Anda harus menginstall dan melakukan konfigurasi terhadap CodeIgniter terlebih dahulu. Installasi CodeIgniter sangatlah mudah. Dengan menggunakan konfigurasi default saja maka CodeIgniter sudah dapat berjalan di web server Anda. Hal-hal yang harus dipersiapkan dalam menginstall CodeIgniter adalah

Mempersiapkan Web Server

Seperti yang kita tahu bahwa PHP adalah bahasa pemrograman website yang berjalan disisi server oleh karena itu untuk dapat menjalankan website yang dibuat dengan menggunakan PHP, di komputer harus terinstall aplikasi web server yang mendukung PHP. Banyak sekali aplikasi web server yang beredar, salah satu web server yang sangat terkenal dan juga bersifat bebas adalah web server Apache, sebuah web server yang digunakan pada sebagian server yang ada di internet.

Untuk website yang melibatkan basis data sebagai tempat penyimpanan datanya maka tidak perlu bingung karena CodeIgniter juga mendukung berbagai jenis server basis data, yaitu MySQL, MySQLi, MS SQL, PostgreeSQL, Oracle, dan SQLite. CodeIgniter juga bisa dijalankan di semua sistem operasi yang bisa menjalankan aplikasi-aplikasi di atas, baik Windows, Linux, BSD dan yang lainnya.

Instalasi CodeIgniter

Instalasi CodeIgniter sangat mudah. Meskipun namanya instalasi tetapi karena CodeIgniter adalah aplikasi berbasis website maka sebenarnya yang perlu dilakukan adalah meng-copy folder aplikasi CodeIgniter ke dalam folder htdocs atau DocumentRoot dari web server yang telah diinstall sebelumnya. Berbeda dengan instalasi software pada umumnya.

Sebelum melakukan instalasi yang perlu dilakukan pertama kali adalah mendapatkan kode  sumber dari CodeIgniter itu sendiri yang dapat didownload di http://www.CodeIgniter.com/ (disediakan pula di dalam CD penyerta buku). Selanjutnya letakkan folder hasil ekstrak tadi di DocumentRoot web server, yaitu folder htdocs didalam direktori C:\\apachefriends\xampp bagi yang menggunakan XAMPP di Windows atau /var/www/html bagi yang menggunakan linux (semua tergantung dimana anda menginstall dan mengkonfigurasi webserver).

Dengan menggunakan konfigurasi default saja maka CodeIgniter sudah dapat berjalan di web server Anda. Adapun struktur utama dari CodeIgniter terbagi menjadi dua bagian, yaitu application dan sistem/core CodeIgniter. Application adalah tempat kita meletakkan code yang akan dibuat (bewarna merah dan hijau sedangkan sistem/core CodeIgniter yang bewarna ungu) . Folder sistem berisi library-library dan helper bawaan CodeIgniter.

installasi codeigniter

Adapun susunan folder CodeIgniter secara default adalah:

  • Folder application: disinilah aplikasi yang akan kita bangun
  • Folder config – tempat menyimpan semua file konfigurasi yang ada di dalam aplikasi, mulai dari database, router dan autoload
  • Folder controllers – tempat menyimpan semua file
  • Folder errors – tempat menyimpan semua template error
  • Folder helpers – tempat menyimpan helper-helper yang bukan berasal dari
  • Folder hooks – tempat menyimpan hook yang digunakan untuk mengubah alur fungsi dari core
  • Folder language – tempat menyimpan bahasa-bahasa yang akan di
  • Folder libraries – tempat menyimpan semua library buatan kita
  • Folder models – tempat menyimpan semua
  • Folder views – tempat menyimpan semua file view
  • Folder system menyimpan semua file baik itu file aplikasi yang dibuat maupun core framework- nya.
  • Folder cache – tempat menyimpan semua cache yang dibuat caching
  • Folder codeigniter – tempat menyimpan semua semua file internals
  • Folder database – tempat menyimpan semua driver database drivers dan class yang akan digunakan.
  • Folder fonts – tempat menyimpan semua font yang digunakan image manipulation
  • Folder helpers – tempat menyimpan semua helper core
  • Folder language – tempat menyimpan semua language core
  • Folder libaries – tempat menyimpan semua library core CI
  • Folder logs – tempat menyimpan semua logs generated oleh
  • Folder plugin – tempat menyimpan semua plugin core
  • Folder scaffolding – tempat menyimpan semua file yang berfungsi sebagai scaffolding .
  • Folder user_guide berisi userguide/manual penggunaan
  • File php file yang akan menghandle semua request yang dilakukan oleh client.

Setelah meletakkan CodeIgniter ke dalam folder htdocs maka akan didapatkan tampilan seperti di bawah ini, artinya CodeIgniter telah sukses berjalan di aplikasi Anda.

tampilan awal ci

Adapun checklist yang harus dilakukan untuk menjalankan CodeIgniter secara default adalah

  • Pastikan Apache dan PHP telah terinstall dan berjalan di
  • Pastikan peletakkan source code CodeIgniter di folder/direktory web apache (biasanya htdocs) dan memiliki permission setidak-tidaknya read only atau kode

Konfigurasi CodeIgniter

Walaupun CodeIgniter dapat berjalan dengan konfigurasi default, tetapi untuk sebuah aplikasi yang nyata kita harus tetap melakukan konfigurasi, setidaknya pada bagian base_url dan router. Pengaturan base_url dan router sangat berguna ketika proses pengembangan aplikasi yang banyak menggunakan helper dan library.

Pada file konfigurasi config.php berisi konfigurasi secara umum mengenai CodeIgniter, seperti peletakkan baseurl, suffix, frontcontroller, serta metode yang digunakan URI dan lain-lain. Adapun konfigurasi-konfigurasi yang perlu diperhatikan adalah :

  • $config[‘base_url’] – Konfigurasi ini berisi alamat url sebuah aplikasi. Jika menggunakan helper url maka konfigurasi ini harus di-set dengan benar. Contoh: aplikasi Anda akan diakses dengan menggunakan domain warungcode.com/app_ci maka pada konfigurasi ini harus diisikan  $config[‘base_url’]=”https://warungcode.com/app_ci/“; Tetapi jika ingin menggunakan base url yang lebih fleksibel maka dapat menggantinya dengan variabel server. Contoh: $config[‘base_url’]=”http://”.$_SERVER[‘HTTP_HOST’]. str_replace(basename($_SERVER[‘SCRIPT_NAME’]),””,$_SERVER[‘SCRIPT_NAME’]);
  • $config[‘index_php’] – Konfigurasi ini berisi file yang menjadi frontcontroller. Konfigurasi ini berhubungan dengan base_url. Jika menggunakan .htaccess untuk mempercantik url maka isi variabel ini harus dikosongkan.
  • $config[‘uri_protocol’] – Konfigurasi ini bertujuan untuk menentukan bagaimana library URI bekerja. CodeIgniter dapat menangkap URI yang di berikan melalui 4 cara yaitu PATH_INFO, QUERY_STRING, REQUEST_URI dan ORIG_PATH_INFO. Masing-masing cara mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing, bahkan tidak semua web server mendukung semua cara tersebut, oleh karena itu secara default digunakan pilihan auto. Tetapi jika aplikasi membutuhkan sesuatu yang lebih custom maka pemilihan metode URI secara langsung akan lebih baik. Lebih lanjut akan dibahas dibagian
  • $config[‘url_suffix’] – Konfigurasi ini bertujuan untuk menambahkan akhiran pada url. Contoh Anda mempunyai sebuah controller page, maka controller tersebut akan diakses melalui http://localhost/index.php/page, dengan menambahkan url_suffix berisi “html” maka url tadi dapat juga diakses melalui http://localhost/index.php/page.html.
  • $config[‘language’] – Secara default CodeIgniter sudah mendukung banyak bahasa/multy language. Kita dapat mengubah pesan-pesan yang ada di dalam CodeIgniter dengan bahasa yang kita kehendaki. Untuk mengubah bahasa tersebut cukup dengan mendownload paket bahasa yang diinginkan lalu uraikan di dalam direktori system/languages/[nama_lang] lalu Anda tinggal mengubah nama_lang di
  • $config[‘enable_hooks’] – Konfigurasi ini bertujuan mengaktifkan/menonaktifkan hook pada CodeIgniter. Hook dapat dikatakan event-event yang terjadi pada CodeIgniter, dimana kita bisa meletakkan fungsi di dalamnya. Hook akan bermanfaat sekali ketika Anda ingin mengubah perilaku CodeIgniter maupun untuk logging event. Contoh: Anda ingin mengubah urutan loading library dimana Anda sudah meng-extend library router untuk menggunakan database untuk aturan routing-nya. Artinya Anda harus meload library database sebelum library loader. Hal tersebut bisa dilakukan melalui
  • $config[‘subclass_prefix’] = ‘MY_’. Jika kita ingin mengubah/mengextend library CodeIgniter maka library tersebut harus memliki prefik yang sama dengan konfigurasi
  • $config[‘permitted_uri_chars’]. Konfigurasi ini bertujuan untuk keamanan CodeIgniter. Konfigurasi ini menentukan karakter apa saja yang bolah digunakan di dalam
  • $config[‘log_threshold’]. Konfigurasi ini menentukan bagaimana sistem logging CodeIgniter bekerja. Sistem logging ini sangat membantu dalam proses pengembangan terutama ketika debugging. Jika di set 0 maka tidak ada proses logging error di CodeIgniter. Jika di set 1 maka yang dicatat hanyalah pesan-pesan kesalahan yang termasuk kesalahan PHP. Jika di set 2 maka akan menampilkan semua pesan debug dan pesan kesalahan CodeIgniter dan PHP. Jika di set 3 maka logging-loging yang berisi informasi seperti sebuah library telah di load juga akan ditampilkan. Jika di set 4 maka semuanya akan dilog mulai dari error, pesan debug sampai yang bersifat
  • $config[‘log_path’]. Dikonfigurasi ini kita dapat menentukan dimana log akan diletakkan. Jika diisi kosong maka akan diletakkan di system/logs. Harus dingat Anda harus mengubah tingkat hak akses dari direktori tersebut menjadi dapat ditulisi / writeable jika kita menggunakan fasilitas

ditutorial selanjutnya kita akan membahas tentang Menggunakan Codeigniter

Categories
PHP Tutorial

Apa sih Object Oriented Programming (OOP)?

Apa sih Object Oriented Programming (OOP)?

Object Oriented Programming (OOP) merupakan paradigma pemrograman yang berorientasikan kepada obyek. Semua data dan fungsi pada paradigma ini dibungkus dalam kelas-kelas atau obyek-obyek. Bandingkan dengan logika pemrograman terstruktur, setiap obyek dapat menerima pesan, memproses data, dan mengirim pesan ke obyek lainnya. OOP diciptakan untuk mengatasi keterbatasan pada bahasa pemrograman tradisional. Konsep dari OOP sendiri adalah semua pemecahan masalah dibagi ke dalam obyek. Dalam konsep OOP data dan fungsi-fungsi yang akan mengoperasikannya digabungkan menjadi satu kesatuan yang dapat disebut sebagai obyek.

Apa itu Object

Sederhananya, sebuah obyek adalah kumpulan dari variabel dan fungsi yang dibungkus menjadi satu entitas. Entitas tersebut dapat berupa variabel biasa. Sebuah obyek diciptakan melalui sebuah kelas atau dengan istilah instance of class. Obyek memiliki 2 elemen utama:

  1. Attributes atau Properties: Yaitu nilai-nilai yang tersimpan dalam objek tersebut dan secara langsung maupun tidak langsung menentukan karakteristik dari obyek
  2. Method: Yaitu suatu aksi yang akan dijalankan atau dikerjakan oleh obyek

 

 

Apa itu Class?

Class dapat didefinisikan sebagai struktur data atau cetak biru dari suatu obyek. Lebih jelasnya adalah sebuah bentuk dasar atau blueprint yang mendefinisikan variabel, method umum pada semua obyek. Obyek sendiri adalah kumpulan variabel dan fungsi yang dihasilkan dari template khusus atau disebut class. Obyek adalah elemen pada saat run-time yang akan diciptakan, dimanipulasi, dan dibuang/di-destroy ketika eksekusi. Adapun class merupakan definisi statik dari himpunan obyek yang mungkin diciptakan sebagai instantiasi dari class.

Perhatikan contoh class di berikut ini.

 

<?php

/** Contoh kelas **/ class Kendaraan{}

/*** end of class ***/

?>

 

Contoh diatas memperlihatkan bagaimana mendefinisikan sebuah class dan meng-create sebuah instance dari class. Pada contoh di atas kita membuat sebuah kelas bernama “Kendaraan”. Dalam pembuatan kelas, pertama kita menggunakan kata kunci class yang diikuti oleh nama kelas, kemudian diakhiri dengan kurung kurawal. Di dalam kurung kurawal kita menuliskan kode-kode (berisi property dan method) supaya kelas tersebut bekerja seperti yang diinginkan.

Kode-kode di dalam sebuah kelas terbagi menjadi dua kelompok, yaitu property dan method. Property adalah suatu wadah penyimpanan di dalam kelas yang bisa menampung informasi. Sederhananya property itu bisa disebut sebagai variabel di dalam kelas. Sedangkan method adalah fungsi yang ada di dalam kelas. Perhatikan contoh berikut.

<?php

/** contoh kelas **/ class kendaraan{



/*** property class ***/ private $warna;

private $jumlah_pintu; private $jumlah_roda; public $harga;

public $merk;



/*** method class ***/

public function construct(){

echo 'ini adalah object kendaraan. <br />';

}



public function set_harga($harga){

$this->harga = $harga;

}



public function show_harga(){

echo 'harga kendaraan : rp.'.$this->harga.'. <br />';

}

 

public function jalan(){ echo ‘brrroooooom!!!’;

}

}

/*** end of class ***/

/**          contoh          object          **/ #mengcreate object $saya_adalah_object dari class kendaraan

$saya_adalah_object= new kendaraan;

$saya_adalah_object->set_harga(100000);

$saya_adalah_object->show_harga();

$saya_adalah_object->jalan();

 

 

Setiap property dan method memiliki identifier. Identifier-lah yang mengatur bagaimana property dan method digunakan. Identifier tersebut adalah public, private dan protected. Private berarti method atau property yang ada di dalam suatu kelas hanya bisa diakses di dalam kelasnya. Sedangkan pada method atau property yang bersifat public berarti method atau property tersebut bisa diakses di dalam dan di luar kelas.

Inheritance

Inheritance atau dalam bahasa Indonesianya disebut sebagai pewarisan adalah suatu cara untuk membuat sebuah kelas yang baru dengan menggunakan kelas lain yang sebelumnya sudah dibuat. Pada hubungan inheritance, sebuah class turunan mewarisi kelas leluhur (parent class). Oleh karena mewarisi, maka semua atribut dan method class dari induk akan dibawa (kecuali  yang bersifat private), secara intrinsik menjadi bagian dari class anak. Adapun keuntungan yang didapat dari inheritance menambah fitur baru pada kelas anak  dan mengubah atau mengganti  fitur yang diwarisi dari kelas parent

Adapun contoh kelas yang menggunakan konsep inheritance adalah

 

<?php

/* inheritance.php */ class Bapak {

private $nama ="Bapak"; function Bapak($n) {

$this->nama = $n;

}

function Hallo() {

echo "Halo, saya $this->nama <br>";

}

}



class Anak extends Bapak { function Hai(){

Echo “hai dari kelas anak”;

}

}



$test = new Anak("Anak dari Bapak");

$test->Hallo();

 

Jika kita perhatikan di kelas anak sama sekali tidak memiliki fungsi hello, tetapi karena parentnya memiliki fungsi tersebut maka si anak dapat menggunakan fungsi tersebut. Selain menggunakan fungsi bapak, anak juga dapat menambah fungsi baru yaitu fungsi Hai.

 

Categories
Codeigniter Tutorial

Belajar Codeigniter Bagian 2 : Mengenal Konsep MVC

Pengertian MVC

MVC adalah konsep dasar yang harus diketahui sebelum mengenal CodeIgniter . MVC adalah singkatan dari Model View Controller. MVC sebenarnya adalah sebuah pattern/teknik pemogramanan yang memisahkan bisnis logic (alur pikir), data logic (penyimpanan data) dan presentation logic (antarmuka aplikasi) atau secara sederhana adalah memisahkan antara desain, data dan proses. Adapun komponen-komponen MVC antara lain:

1.    Model

Model berhubungan dengan data dan interaksi ke database atau webservice. Model juga merepresentasikan struktur data dari aplikasi yang bisa berupa basis data maupun data lain, misalnya dalam bentuk file teks, file XML maupun webservice. Biasanya di dalam model akan berisi class dan fungsi untuk mengambil, melakukan update dan menghapus data website. Sebuah aplikasi web biasanya menggunakan basis data dalam menyimpan data, maka pada bagian Model biasanya akan berhubungan dengan perintah-perintah query SQL.

2.    View

View berhubungan dengan segala sesuatu yang akan ditampilkan ke end-user. Bisa berupa halaman web, rss, javascript dan lain-lain. Kita harus menghindari adanya logika atau pemrosesan data di view. Di dalam view hanya berisi variabel-variabel yang berisi data yang siap ditampilkan. View dapat dikatakan sebagai halaman website yang dibuat dengan menggunakan HTML dan bantuan CSS atau JavaScript. Di dalam view jangan pernah ada kode untuk melakukan koneksi ke basisdata. View hanya dikhususkan untuk menampilkan data-data hasil dari model dan controller

3. Controller

Controller bertindak sebagai penghubung data dan view. Di dalam Controller inilah terdapat class-class dan fungsi-fungsi yang memproses permintaan dari View ke dalam struktur data di dalam Model. Controller juga tidak boleh berisi kode untuk mengakses basis data karena tugas mengakses data telah diserahkan kepada model. Tugas controller adalah menyediakan berbagai variabel yang akan ditampilkan di view, memanggil model untuk melakukan akses ke basis data, menyediakan penanganan kesalahan/error, mengerjakan proses logika dari aplikasi serta melakukan validasi atau cek terhadap

 

 

Pada eksekusi PHP, biasanya kita akan me-“load” semua library dan fungsi yang dibutuhkan kemudian digabungkan ke dalam HTML untuk di eksekusi oleh PHP.  Untuk kasus sederhana cara tersebut masih baik-baik saja, tetapi ketika aplikasi tersebut menjadi kompleks/rumit maka kita akan sulit memeliharanya jika tidak didukung oleh arsitektur software yang bagus. Hal tersebut bisa terjadi disebabkan oleh code yang sama namun dibuat berulang- ulang , kode tidak konsisten dan lain-lain.

 

Browser berinteraksi melalui controller. Controller-lah yang akan menerima dan membalas semua request dari browser. Untuk data maka controller akan meminta ke Model dan untuk UI/template akan meminta ke View. Jadi “Otak” dari aplikasi ada di controller, “Muka” aplikasi ada di view dan “Data” ada di model. Ketika

browser meminta sebuah halaman web maka router akan mencarikan controller mana yang harus menangani request tersebut. Setelah itu barulah si controller menggunakan model untuk mengakses data dan View untuk menampilkan data tersebut. sampai jumpa di tutorial selanjutnya tentang instalasi codeigniter

Categories
Codeigniter

Belajar Codeigniter Bagian 1 : Pengertian Codeigniter

Pengertian codeigniter

CodeIgniter adalah sebuah web application framework yang  bersifat open source digunakan  untuk membangun aplikasi php dinamis.

Tujuan utama pengembangan Codeigniter adalah untuk membantu developer untuk mengerjakan aplikasi lebih cepat daripada menulis semua code dari awal.

Codeigniter menyediakan berbagai macam library yang dapat mempermudah dalam pengembangan.

CodeIgniter diperkenalkan kepada publick pada tanggal 28 februari 2006.

CodeIgniter sendiri dibangun menggunakan konsep Model-View-Controller development pattern.

CodeIgniter senditi merupakan salah satu framwoerk tercepat dibandingkan dengan framework lainnya.

Pada acara frOSCon (August 2008), pembuat php Rasmus Lerdorf mengatakan dia menyukai codeigniter karena dia lebih ringan dan cepat dibandingkan framework lainnya ( “because it is faster, lighter and the least like a framework.”)

Apa sih Kelebihan CodeIgniter?

CodeIgniter sangat ringan, terstruktur, mudah dipelajari, dokumentasi lengkap dan dukungan yang luar biasa dari forum CodeIgniter.

Selain itu CodeIgniter juga memiliki fitur-fitur lainya yang sangat bermanfaat, antara lain:

  • Menggunakan Pattern MVC. Dengan menggunakan pattern MVC ini, struktur kode yangdihasilkan menjadi lebih terstruktur dan memiliki standar yang
  • URL Friendly. URL yang dihasilkan sangat url friendly. Pada CodeIgniter diminimalisasipenggunaan $_GET dan di gantikan dengan
  • Kemudahan dalam mempelajari, membuat library dan helper, memodifikasi sertameng-integrasikan Library dan helper.

Jika kita membandingkan antara CodeIgniter dengan framework-framework lainnya maka beberapa poin yang membuat CodeIgniter unggul adalah:

  • Kecepatan. Berdasarkan hasil benchmark CodeIgniter merupakan salah satu framework PHPtercepat yang ada saat
  • Mudah dimodifikasi dan beradaptasi. Sangat mudah memodifikasi behavior framework ini.Tidak membutuhkan server requirement yang macam-macam serta mudah mengadopsi library lainya.
  • Dokumentasi lengkap dan jelas. Bahkan tanpa buku ini pun CodeIgniter sebenarnya telahmenyediakan sebuah panduan yang lengkap mengenai CodeIgniter. Semua informasi yang anda butuhkan tentang codeigniter ada disana.
  • Learning Curve Rendah. CodeIgniter sangat mudah dipelajari. Dalam pemilihan frameworkhal ini sangat penting diperhatikan karena kita juga harus memperhatikan skill dari seluruhanggota team. Jika sebuah framework sangat sulit dipelajari maka akan beresiko untuk memperlambat team development anda.

itu lah pengertian dari codeigniter, kita ketemu di artikel selanjutnya tentang mengenal konsep MVC di codeigniter, baca juga tentang Pengenalan Laravel salam coder.

Categories
C++ Tutorial

Belajar C++ 9 : Membuat if else lanjutan

Sekarang kita Belajar C++ : Membuat if else lanjutan dengan contoh seperti ini

#include <conio.h>
#include <stdio.h>
#include <iostream>

using namespace std;
main (){
    int nilai1,nilai2,nilai3,hasil;
string koment;
    cout<<"Masukan Nilai B. Indonesia = ";cin>>nilai1;
    cout<<"\nMasukan Nilai B. Inggris = ";cin>>nilai2;
    cout<<"\nMasukan Nilai B. Sunda = ";cin>>nilai3;

    hasil=(nilai1+nilai2+nilai3)/3;


if(hasil >100 || hasil <1){

    cout<<"\nAnda salah memasukan nilai\n";
    cout<<"masukan nilai dari skala 1-100";
}else{
    if(hasil >= 90 && hasil <= 100){
        koment ="A";

    }else if(hasil >=80 && hasil <90){
    koment="B";
    }else if(hasil >=70 && hasil <80){
    koment="C";
    }else if(hasil >=60 && hasil <70){
    koment="D";
    }else if(hasil < 60){
    koment="E";
    }
    cout<<"nilai rata ratanya adalah = ";cout<<hasil;
    cout<<"\nMaka Anda mendapat nilai ";cout<<koment;
if(koment == "A" || koment == "B"){
        cout<<"\nKeteranagan Baik";
    }else if(koment == "C" || koment == "D"){
        cout<<"\nKeteranagan Cukup Baik";

}else if(koment == "E" ){
        cout<<"\nKeteranagan Mengulang";

}

}

}


Categories
C++ Tutorial

Belajar C++ 8 : Membuat Statment di C++

Hallo coder, Kali ini saya akan akan mencoba membahas lebih lanjut tentang Membuat statment atau cara penerapan if dan else dalam kode – kode yang di gunakan di pemrograman c++.

Membuat statment If Else

#include <iostream>
#include <conio.h>
#include <stdio.h>

using namespace std;

main(){

int a;
cout<<"Masukan Nilai Anda "; cin>>a;

if( a > 80){
cout<<"Anda Lulus";
}else if( a >60 ){
cout<<"Anda Remedial";
}else{
cout<<"Anda Tidak Lulus";
}
getch();
}

else if 

if(statment){
//isi
}else{
//isi
}

sekarang kita menggunakan

if(statment){
//isi
}else if(statment){
//isi
}else{
//isi
}

#include <conio.h>
#include <stdio.h>
#include <iostream>

using namespace std;
main (){
int bil1;
string komentar,hasil;
cout<<"Masukan Bilangan 1 sd 5: ";cin>>bil1;
    komentar = "ANDA MENGETIKAN ANGKA ";

if(bil1 > 5 || bil1 < 1){
    hasil="Yang Salah";
}else{

if(bil1 == 1){
    hasil="SATU";

}else if(bil1 == 2){
    hasil="DUA";

}else if(bil1 == 3){
    hasil="TIGA";

}else if(bil1 == 4){
    hasil="EMPAT";

}else if(bil1 == 5){
hasil="LIMA";

}

}cout<<komentar<<hasil;
getch();
}

Ditutorial selanjutnya kita akan membahas Membuat if else lanjutan

Categories
C++ Tutorial

Belajar C++ 7 : Membuat Input di C++

Hallo coder, pada tutorial kali ini kita akan membahas Membuat input di C++ yaitu dengan CIN . pada tutorial sebelumnya kita membahas menghitung luas balok di c ++ contohnya seperti berikut ini.

#include <iostream>
#include <stdio.h>
#include <conio.h>

using namespace std;

main(){
string a, b, c, d;

cout<<"Masukan Nama Anda = ";cin>>a;
cout<<"\nMasukan Alamat Anda = ";cin>>b;
cout<<"\nMasukan Universitas Anda = ";cin>>c;
cout<<"\nMasukan Jurusan Anda = ";cin>>d;

cout<<"Nama Anda adalah ";cout<<a;
cout<<" Beralamat di "; cout<<b;
cout<<" Dan anda kuliah di "; cout<<c;
cout<<" Dengan jurusan "; cout<<d ;

getch();

}

Pada bagian cout<<"" itu akan menampilkan tulisan sedangkan pada bagian cin>> akan membuat inputan.

Pada tutorial selanjutnya kita akan membahas membuat statment di c++

Categories
C++ Lainya

Belajar C++ 6 : Menghitung Luas Balok

Hallo coder, Sekarang kita menghitung Luas balok mengunakan c++ yang belum tau c++ boleh di lihat lagi tutorial sebelumnya disini

Berikut ini codenya :

Rumus dari Luas balok adalah

Hasil = 2 (p x l + p x t + l x t)

#include <conio.h>
#include <stdio.h>
#include <iostream>

using namespace std;
main (){
    int a, b, c, d;

cout<<"Masukan Panjang =";cin>>a;
cout<<"Masukan Lebar = ";cin>>b;
cout<<"Masukan Tinggi = ";cin>>c;
2 (p x l + p x t + l x t)
d= 2 * (a*b+a*c+b*c);
cout<<"Luas Balok = ";cout<<d;
}
Categories
C++ Tutorial

Belajar C++ 5 : Membuat Variable Dan Konstanta

Hallo coder, pada tutorial sebelumnya kita membahas Membuat Operator aritmetika, sekarang kita akan membahas Variable dan Konstanta.

Variable di gunakan untuk menyimpan data yang dibutuhkan oleh program.

dalam C++ kita harus mendeklarasikan variable dan tipe datanya terlebih dahulu misalnya

//deklarasi variable di C++
int a;
double b;
char c;

tapi anda harus mengisi variable dengan nilai tipe yang sesuai.

untuk mengetahui lebih lanjut tentang tipe data bisa lihat di sini

int a;
a=9; //benar
a="C++";//salah

pada contoh kasus diatas, variable a dideklarasikan menggunakan tipe bilangan bulat.

karena si tipe data yang kita pilih adalah int (tipe data bilangan) dengan demikian a yang kedua a=”C++”; itu adalah salah karena di isi dengan teks. Terdapat beberapa aturan dalam penamaan variable yaitu :

  1. Nama variable tidak boleh mengandung spasi
  2. Nama variable tidak boleh mengandung karakter simbol, kecuali _ (undescore)
  3. Nama variable tidak boleh diawali dengan angka
  4. Nama variable tidak boleh mengandung kata kunci (keyword)

Perhatikan kode dibawah berikut

int myInt; //benar
int _myInt32; //benar
int my_int32; //benar
int 32int; //Salah diawali angka
int int 32; //Salah mengandung spasi
int int@32; //Salah mengadung simbol
int new; //Salah mengandung kata kunci

Contoh program variable dan konstanta di c++

#include 
#include 
#include 

using namespace std;
main(){
int a;
string b;
 a = 2017;
 b = "Warung Code Tempatnya Belajar Pemograman";

 cout<<b<<a;
getch();
}

Categories
C++ Tutorial

Belajar C++ 4 : Membuat Operator Aritmetika

Hallo coder, sekarang kita akan membahas membuat operator aritmetika. Operator aritmetika adalah operator yang digunakan untuk melakukan perhitungan, Daftar operator aritmetika dalam c++ sebagai berikut.

OperatorKeterangan
+Penjumlahan
Pengurangan
*Perkalian
/Pembagian
%Sisa Bagi
++Increment
Decrement

contoh program dari penggunaan operator-operator di atas bisa kita lihat di bawah ini

#include <iostream>
#include <stdio.h>
#include <conio.h>

using namespace std;
main(){

int a=10, b=a;

cout<<"Hasil dari 10+3 adalah ";cout<<10+3<<endl;
cout<<"Hasil dari 10-3 adalah ";cout<<10-3<<endl;
cout<<"Hasil dari 10*3 adalah ";cout<<10*3<<endl;
cout<<"Hasil dari 10/3 adalah ";cout<<10/3<<endl;
cout<<"Hasil dari 10%3 adalah ";cout<<10%3<<endl;
a++;
cout<<"Hasil dari a++  adalah ";cout<<a<<endl;
b--;
cout<<"Hasil dari b--  adalah ";cout<<b<<endl;
getch();
}

hasil dari program di atas :

------------------------
Hasil dari 10+3 adalah 13
Hasil dari 10-3 adalah 7
Hasil dari 10*3 adalah 30
Hasil dari 10/3 adalah 3
Hasil dari 10%3 adalah 1
Hasil dari a++  adalah 11
Hasil dari b++  adalah 9
------------------------

Operator hanya akan mengahasilkan bilangan bulat jika kedua datanya bertipe bilangan bulat jika salah satu atau keduanya bilangan rill, maka hasilnya akan bilangan rill.

Operator ++ akan menambah nilai ke dalam suatu variable sebanyak 1. operator ini disebut increment.

operator increment di bedakan menjadi dua :

pre-increment dan post-increment.

pada pre-increment, operator ++ nya disimpan di depan contohnya ++a. dan post-increment, kebalikan dari pre-increment operatornya di simpan di belakang contohnya a++.

Operator — akan mengurangi nilai ke dalam suatu variable sebanyak 1. operator ini disebut decrement.

operator decrement di bedakan menjadi dua sama seperti increment : pre-decrementdan post-decrement.

pada pre-increment, operator — nya disimpan di depan contohnya –a. dan post-decrement, kebalikan dari pre-decrement operatornya di simpan di belakang contohnya a– .

Membuat Operator Aritmetika di c++ , di pembahasan selajutnya kita akan membahas membuat variable dan konstanta