Categories
Artikel

Ini Alasan Bitcoin.co.id Ubah Nama Jadi INDODAX

Ikhtisar
  • Bitcoin.co.id mengganti namanya menjadi INDODAX, singkatan dari Indonesia Digital Asset Exchange.
  • Perubahan nama ini akan dilakukan secara bertahap, mulai dari perubahan logo hingga domain situs web.
  • Dengan nama baru ini, INDODAX berharap dapat diterima oleh kalangan luas dan tidak terpaku salah satu jenis cryptocurency yang cukup beredar luas di luar sana.
  • Penggunaan nama baru ini bisa mempertegas fungsi layanan mereka sebagai marketplace cryptocurrency, bukan lagi sebagai bagian dari sistem layanan pembayaran bitcoin, ICO, atau representasi bitcoin di Indonesia.

Startup penyedia layanan marketplace cryptocurency Indonesia, Bitcoin.co.id, pada tanggal 14 Maret 2018 mengumumkan perubahan nama layanannya, dari Bitcoin.co.id menjadi INDODAX—singkatan dari Indonesia Digital Asset Exchange.

Perubahan nama ini ke depannya akan berlangsung dalam beberapa tahap:

  1. Pada tanggal 14 Maret 2018 logo Bitcoin.co.id akan berubah menjadi kombinasi antara logo Indodax dan Bitcoin.co.id
  2. 14 hingga 25 Maret 2018 alamat situs web tetap diakses melalui alamat bitcoin.co.id
  3. Pada tanggal 26 Maret 2018 alamat situs web akan berubah menjadi Indodax.com.
  4. Setelah pergantian alamat domain selesai, alamat Bitcoin.co.id tetap bisa dibuka dan akan dialihkan ke Indodax.com

Pengenalan nama tersebut tidak hanya menyasar pada domain layanan  marketplace mereka, tetapi juga akun media sosial yang selama ini digunakan bitcoin.co.id.

Positioning baru demi cakupan pasar yang lebih luas

Dengan wajah baru ini, INDODAX ingin agar diterima oleh kalangan luas dan tidak terpaku pada salah satu jenis cryptocurency yang cukup beredar luas di luar sana.

Dalam acara peresmian nama barunya, CEO Bitcoin.co.id (INDODAX) Oscar Darmawan menjelaskan bahwa transformasi nama ini merupakan bagian dari fokus bisnis mereka untuk merangkul perkembangan public blockchain yang terus berkembang luas.

Kami ingin memfokuskan bisnis kami untuk membantu pertemukan konsumen dengan berbagai token public blockchain lainnya sekaligus mengurangi kesalahpahaman yang berkembang di masyarakat

Oscar Darmawan, CEO INDODAX

Oscar menjelaskan bahwa penggunaan nama baru ini bisa mempertegas fungsi layanan mereka sebagai marketplace cryptocurrency, bukan lagi sebagai bagian dari sistem layanan pembayaran bitcoin, ICO, atau representasi bitcoin di Indonesia.

Oscar tidak menampik bahwa pihaknya ingin lepas dari nama Bitcoin agar peluang menjadi marketplace aset digital terkemuka di Indonesia bisa semakin besar, apalagi dengan berkembangnya minat terhadap aset lain seperti Ethereum, Ripple, dan sebagainya.

Kami percaya bahwa aset teknologi digital dapat memberikan dampak positif yang besar terhadap ekonomi.

Oscar Darmawan, CEO INDODAX

Oscar sendiri juga menampik anggapan perubahan nama ini disebabkan oleh penurunan nilai tukar Bitcoin yang terjadi selama beberapa waktu terakhir. Meskipun pihaknya tidak lagi menggunakan Bitcoin sebagai nama layanan mereka, namun jenis cryptocurrency satu ini masih menjadi salah satu yang populer ditukarkan di platformnya sehingga ia tetap optimistis dengan perkembangan nilai Bitcoin di masa mendatang.

“Di samping Bitcoin, kami melihat Etherium juga mengalami peningkatan yang signifikan, karena pengaplikasiannya dalam industri jauh lebih luas sehingga lonjakan permintaannya juga cukup tinggi,” jelas Oscar.

Ambisi menjadi pusat pertukaran cryptocurrency di Indonesia

Paska pergantian nama menjadi INDODAX, Oscar menyebut bahwa marketplace Bitcoin.co.id telah memproses volume transaksi mencapai lebih dari Rp100 miliar setiap harinya. Rata-rata pertumbuhan anggota barunya pun mencapai angka 3.000 per hari, dengan total lebih dari 1,1 juta anggota terdaftar yang mayoritas merupakan warga Indonesia.

Dengan nama baru yang dimilikinya, INDODAX ke depannya akan konsisten dalam ranah layanan pertukaran cryptocurrency dengan menambah variasi jenis aset token digital yang terdapat di platform mereka. Untuk itu, Oscar menargetkan akan rutin memperkenalkan paling tidak satu digital aset setiap bulannya demi meraih target total anggota terdaftar sebesar 1,5 juta orang.

Kita harus tahu bahwa di luar sana, total digital aset yang beredar itu jumlahnya mencapai lebih dari 1500 jenis. Di Indonesia sendiri yang cukup dikenal jumlahnya relatif masih hanya sedikit, oleh karena itu kita ingin mengejar target agar semakin banyak pilihan yang bisa ditemukan di platform kami

Oscar Darmawan, CEO INDODAX

Sejak didirikan pada Februari 2014, INDODAX telah menjadi salah satu layanan marketplace jual beli cryptocurrency tertua di Indonesia. Selain mereka, sebelumnya ada pula beberapa nama layanan seperti Artabit dan Bitdoku yang sayangnya saat ini sudah tidak aktif lagi.

Sebelumnya, INDODAX juga telah meluncurkan BitBayar yang merupakan sistem pembayaran online bagi perusahaan dan pemilik toko online di Indonesia. Namun mengingat regulasi produk keuangan dan larangan yang berkembang di Indonesia, layanan ini pun akhirnya ditutup pada November 2017 silam.

Sumber : Techinasia

Categories
Events

Binary Class #02 : Menguasai Modern OOP di PHP

Hi, Ada kabar baik nih buat kalian semua khususnya yg berdomisili di kota Bandung !!, bagi teman-teman yang berminat dan tertarik untuk belajar dalam pembuatan Aplikasi Berbasis WEB dengan bahasa pemrograman PHP. Kami membuka kelas dengan materi yang sayang untuk dilewatkan di setiap pertemuannya. Untuk pertemuan kali ini kami akan membahas mengenai “ MENGUASAI MODERN OOP DI PHP “ yang akan diisi oleh Dede Rusliandi. Untuk kalian yang berada diluar kota jangan khawatir kami juga membuka untuk kelas onlinenya yg disana kita bisa saling sharing.

FREE dan KUOTA TERBATAS

Kelas Offline akan dilaksanakan pada :
Hari/Tanggal : 17 Maret 2018
Jam : 10:00 – 14:00 WIB
Lokasi : Cyberlabs, Guntur Sari II, No 37, Bandung
Maps : https://goo.gl/maps/zVkHmou5x8u

Link grup :
s.id/1jF4 (Telegram) * kita bakalan banyak sharing di telegram
s.id/1pjH (WA)

*Jika berminat dan tertarik untuk mengikuti kelasnya harap konfirmasi untuk kedatangannya
No Hp/ WA : 0896552027298 (Hadian)

Binary Nusantara
” To be a number one, it’s starts from zero “

Categories
CSS

Belajar CSS Bagian 2 : Cara Penulisan CSS

Setelah di tutorial sebelumnya kita belajar tentang apa itu css, di tutorial kali ini kita akan belajar mengenai bagaimana cara penulisan CSS, mengapa kita belajar ini karena ada 3 Cara dasar dalam Penulisan CSS di HTML, Metode Inline Style, Metode Internal Style Sheets, Metode External Style Sheet.

Metode Inline Style

Metode inline style adalah menyisipkan css secara langsung di tag HTML dengann menggunakan atribut style, kita lihat contoh di bawah ini :

<html>
<head>
     <title>Contoh Inline Style CSS</title>
</head>
<body>
<h2 style="background-color:black; color:white" >
Text ini akan bewarna putih dan background warna hitam
</h2>
</body>
</html>

Metode Internal Style Sheets

Metode Internal Style Sheet atau metode dimana kita menyimpan css didalam satu file dengan HTML nya dengan menggunakan tag <style></style> yang sebelumnya kita, langsung aja kita lihat contohnya :

<html>
<head>
    <title>Contoh Inline Style CSS</title>
    <style type="text/css">
        h2 {
        background-color:black;
        color:white;
        }
    </style>
</head>
<body>
    <h2>
        Text ini akan bewarna putih dan background warna hitam
    </h2>
</body>
</html>

Metode External Style Sheets

Metode External Style Sheets adalah menyimpan css di dalam file baru layaknya seperti html, jadi kalau kita membuat html .html ektensi filenya dan kalau css .css ektensi filenya, jadi jika kita buat file.html dan buat juga file.css kita lihat contohnya di bawah ini :

<html>
<head>
    <title>Contoh Inline Style CSS</title>
    <link rel="stylesheet" type="text/css" href="belajar.css">
</head>
<body>
    <h2>
        Text ini akan bewarna putih dan background warna hitam
    </h2>
</body>
</html>

Metode External Style Sheets digunakan untuk ‘mengangkat’ kode CSS tersebut kedalam sebuah file tersendiri yang terpisah sepenuhnya dari halaman HTML. Setiap halaman yang membutuhkan kode CSS, tinggal ‘memanggil’ file CSS tersebut.

Itulah tiga cara dasar dalam penulisan sebuah css, yang saya sarankan anda menggunakan cara ketiga karena file html dan css di pisah agar mudah dalam mengubahnya. itu adalah tutorial cara penulisan css, semoga bermanfaat sampai jumpa di lain tutorial, jangan lupa share, salam coder.

Categories
CSS

Belajar CSS Bagian 1 : Pengertian CSS

Pernahkah anda melihat sebuah Website dengan tampilan yang indah, tahukah anda itu dibuat dengan apa ? semua itu di buat dengan CSSCSS memperindah suatu tampilan dalam sebuah website. nah di artikel ini kita akan bahas apa itu CSS.

Pengertian CSS

CSS adalah kependekan dari Cascading Style Sheet. CSS merupakan salah satu kode pemrograman yang bertujuan untuk menghias dan mengatur gaya tampilan/layout halaman web supaya lebih elegan dan menarik.CSS adalah sebuah teknologi internet yang direkomendasikan oleh World Wide Web Consortium atau W3C pada tahun 1996.

Untuk pengertian bebasnya, CSS adalah kumpulan kode program yang digunakan untuk mendesain atau mempercantik tampilan halaman HTML. Dengan CSS kita bisa mengubah desain dari text, warna, gambar dan latar belakang dari (hampir) semua kode tag HTML.

dalam penulisan css berbeda dengan penulisan HTML, lihat gambar dibawah ini

CSS di gunakan Karena makin Kompleknya dalam Pemograman web, seperti web yang sekarang anda lihat tampilannya akan menarik karena di buat menggunakan CSS seperti tulisan berwarna background berwarna itu semua menggunakan CSS, Lihat script di bawah ini :

[codepen_embed height=”265″ theme_id=”0″ slug_hash=”EEjMKK” default_tab=”html,result” user=”warungcodecom”]See the Pen <a href=’https://codepen.io/warungcodecom/pen/EEjMKK/’>EEjMKK</a> by Galang Airlangga (<a href=’https://codepen.io/warungcodecom’>@warungcodecom</a>) on <a href=’https://codepen.io’>CodePen</a>.[/codepen_embed]

dia atas kita bisa lihat perbedaannya,  tulisannya ada yang menjadi warna putih dan background jadi warna abu,

itu semua karena script ini

<style type="text/css">
.warna {
color: white;
}
  body{
    background-color:grey;
  }
</style>

Tag span saya tambahkan dengan atribut atribut class=”warna”. Atribut class berguna untuk memasukkan kode CSS pada tag <style> di bagian head. Jika kita ingin merubah seluruh warna menjadi biru, maka tinggal mengubah isi dari CSS color: whitemenjadi color:blue, dan seluruh tag yang memiliki class=”warna” akan otomatis berubah menjadi biru.

Jadi dengan adanya css akan semakin cantik sebuah tampilan website anda, anda harus bersabar dalam belajar css karena banyak yang akan anda pelajari.  salam coder sampai jumpa di lain tutorial.

 

Categories
Artikel

5 Layanan Pembuat Aplikasi Mobile tanpa Coding

Bermodalkan dana cukup, saat ini siapa pun bisa mengembangkan aplikasi mobile dengan memanfaatkan jasa outsource yang berjumlah banyak. Cara ini umumnya dilakukan perusahaan besar yang ingin melebarkan produk ke ranah digital, namun tidak menutup kemungkinan dilakukan juga oleh penggiat startup teknologi yang ingin segera memiliki produk.

Bila kamu tidak memiliki dana memadai, penggunaan beberapa layanan App Builder berikut bisa membantumu membuat aplikasi mobile. Kamu bahkan tidak perlu memahami bahasa pemrograman alias coding.

Setidaknya dengan memanfaatkan kesekian layanan ini, kamu dapat mengembangkan sebuah minimum viable product yang layak untuk mulai “dijual” ke pasar. Semoga bermanfaat.


Appy Pie

Appy Pie merupakan tool yang memungkinkan kamu mengembangkan aplikasi mobile tanpa memerlukan keterampilan bahasa pemrograman yang rumit. Cukup melakukan drag and drop di atas template yang telah disediakan, kamu bisa membuat beragam jenis aplikasi mobile, mulai dari gamemarketplace, hingga layanan on-demand.

Meski bisa digunakan secara gratis, Appy Pie baru benar-benar berguna bila kamu memutuskan untuk menjadi pelanggan mereka dengan biaya abonemen yang bervariasi. Layanan ini menawarkan fitur premium seperti penggunaan notifikasi push untuk membantu promosi aplikasi buatanmu, atau memanfaatkan fitur geotagging.

Situs Resmi: Appy Pie, mulai dari US$15 (sekitar Rp207.000) per bulan


Bobile

Bobile menawarkan kemudahan bagi para pelaku bisnis yang ingin membuat aplikasi secara mudah dan personal. Sedikit mirip dengan Appy Pie, pengguna dapat membangun aplikasi mereka cukup hanya melakukan drag and drop di atas template yang telah disediakan.

Ada beberapa template umum yang bisa kamu temukan di layanan ini, mulai dari aplikasi pemesanan jasa, e-commerce pribadi, aplikasi menu restoran, dan sebagainya. Kamu bisa mendapatkan berbagai fitur tambahan, seperti fungsi Live Chat, Push Messages, dan Loyalty Program, dengan berlangganan paket bisnisnya.

Situs Resmi: Bobile, mulai dari US$10 (sekitar Rp138.000) per bulan


AppsMoment

AppsMoment bisa diperumpamakan sebagai blognya aplikasi mobile. Kamu dapat membuat beragam jenis aplikasi Android dengan memilih berbagai macam template yang disesuaikan dengan kategori masing-masing fungsinya.

Di sini kamu bisa menciptakan dengan melihat contoh yang sudah ada, kemudian mengubah labelnya agar sesuai merek produkmu, bahkan memublikasikannya lewat AppsMoment. Yang menarik, mereka juga menyediakan jalur bagi pihak reseller jasa pembuatan aplikasi mobile dengan tambahan fungsi tambahan lainnya yang cukup beragam.

Situs Resmi: AppsMoment, mulai dari US$49 (sekitar Rp675.000) per tahun


Andromo

Andromo | Screenshot

Apabila layanan lainnya mengusung konsep drag and drop dalam proses pembuatan aplikasinya, Andromo justru memintamu untuk mengisi sejumlah detail yang kamu mau ke dalam formulir khusus yang telah disediakan.

Cara tadi berdampak pada desain akhir yang kamu peroleh di Andromo. Meski template yang dihadirkan terlihat begitu generik, namun setidaknya aplikasi buatanmu selesai.

Berikutnya kamu bisa memilih beberapa pilihan layanan berlangganan dari Andromo untuk memperbagus aplikasi yang kamu buat. Penambahan fitur yang bisa kamu dapatkan mulai dari menghilangkan iklan dan watermark, menambahkan fitur monetisasi, dan sebagainya.

Situs Resmi: Andromo, mulai dari US$8 (sekitar Rp110.000) per bulan


Bubble

Bubble App | Screenshot

Dari sekian nama lainnya yang terdapat dalam daftar ini, Bubble bisa dibilang merupakan layanan pembuatan aplikasi tanpa coding yang cukup rumit. Layanan ini sepenuhnya mengandalkan Visual Framework sehingga memerlukan pendalaman tersendiri untuk bisa dikuasai.

Jika kamu telah melalui proses belajar ini dengan baik, proses pembuatan aplikasi yang ditawarkan Bubble sebenarnya jauh lebih dinamis dibandingkan memakai template. Kamu bisa lebih bebas berkreasi menggunakan elemen yang disediakan.

Bila berlangganan paket yang tersedia, Bubble memungkinkan kamu (dan anggota tim yang menjadi kolaborator) untuk memodifikasi aplikasi sedemikian rupa agar jadi lebih baik lagi. Dengan konsep “pay as you scale” yang mereka tawarkan, Bubble tampaknya cocok bagi kamu yang ingin memulai startup dengan ide yang potensial untuk terus dikembangkan.

Situs Resmi: Bubble, mulai dari US$14 (sekitar Rp193.000) per bulan

Sumber : techinasia