Categories
Codeigniter

Belajar Codeigniter Bagian 7 : Menggunakan Helper

Pada tutorial kali ini kita akan membahas Menggunakan Helper di Codeigniter, Codeigniter menyediakan beberapa fungsi pembantu yang di sebut helper, cara pemanggilan helper dengan menuliska $this->load->helper(‘nama_helper’); dan ada bebera helper yang akan kita bahas kali ini yaitu HTML helper, Number helper, URL helper dan Form helper.

HTML Helper

HTML helper memiliki beberapa fungsi yang dapat memudahkan kita dalam membuat kode html. Adapun cara pemanggilan helper HTML ini dengan cara $this->load->helper(‘html’);

Beberapa fungsi yang sudah ada di helper HTML seperti heading(), img(), link_tag(), ul(), ol(), meta(), doctype(), br(), nbs(). sekarang kita coba menggunakan helper pada Home.php di folder application/controllers, dengan mengetikan beberapa code berikut ini :

 

<?php
class Home extends CI_Controller {
	public function index(){
	$this->load->helper('html'); //memanggil helper
	echo heading('Selamat Datang',1); //heading 1
	echo ul(array( //ul
				'data pertama',
				'data kedua',
				'data ketiga'
			));
	echo ol(array( //ol
				'data pertama',
				'data kedua',
				'data ketiga'
	));		
	}
}	

Hasilnya maka akan seperti ini

Selamat Datang

  • data pertama
  • data kedua
  • data ketiga
  1. data pertama
  2. data kedua
  3. data ketiga

Number Helper

Number Helper memiliki beberapa fungsi yang dapat memudahkan kita dalam memanipulasi data numeric, Cara pemanggilan helper ini dengan menuliskan $this->load->helper(‘number’);

fungsi sudah tersedia pada number helper seperti byte_format() untuk mengubah angka menjadi format byte. sekarang kita akan coba menggunakan helper number pada file Home .php tadi di folder application controllers, dengan mengetikan beberapa code berikut :

public function helperNumber(){
		$this->load->helper('number');
		echo 'Ukuran GB : '.byte_format(4512244422).'<br>';
		echo 'Ukuran MB : '.byte_format(52245023).'<br>';
		echo 'Ukuran KB : '.byte_format(145023);
	}

Maka hasilnya akan seperti ini :

Ukuran GB : 4.2 GB
Ukuran MB : 49.8 MB
Ukuran KB : 141.6 KB

URL Helper

URL Helper memiliki beberapa fungsi yang dapat memudahkan kita apabila bekerja dengan URL. adapun cara pemanggilan helper ini dengan menuliskan $this->load->helper(‘url’); 

fungsi yang sudah tersedia pada heleper URL seperti site_url(), base_url(), current_url(), uri_string(), anchor(), anchor_popup(), auto_link(), dll. sebelum kita menggunakan helper URL seperti site_url() dan base_url sebaiknya kita mengubah konfigurasinya untuk base_url() yang ada di file config.php dalam folder aplication/config/

ubah config base_url seperti berikut ini

$config[‘base_url’] = ”; menjadi $config[‘base_url’] = ‘http://localhost/tutor/’; gunakan nama folder anda masing masing.

Sekarang kita coba menggunakan helper pada Home.php dengan menambahkan code berikut ini :

public function helperURL(){
		$this->load->helper('url');
		echo site_url().'<br>';//lokasi website
		echo base_url().'<br>';//folder lokasi website
		echo current_url().'<br>';//url yang lagi di buka
		echo anchor('http://google.com','google.com').'<br>'; //link

	}

 

Maka hasilnya seperti ini :

http://localhost/tutor/index.php
http://localhost/tutor/
http://localhost/tutor/index.php/Home/helperURL
google.com

Form Helper

Form Helper memiliki beberapa fungsi yang dapat memudahkan kita apabila kita bekerja dengan form, seperti membuat textfield, dan lain lain. Adapun cara pemanggilan helper ini dengan menuliskan $this->load->helper(‘form’);

fungsi yang sudah tersedia pada form helper seperti form_open(), form_input(), form_hidden(), form_upload(), form_textarea(), dan lainya. mari kita coba tambah pada file Home.php dan tambahkan code berikut ini.

public function helperForm(){
		$this->load->helper('form');
			echo form_open('/'); //membuka form
			echo form_label('Nama : ').'<br>';//membuat label
			echo form_input('nama').'<br>';//membuat textbox
			echo form_label('Alamat : ').'<br>';//membuat label
			echo form_textarea('alamat').'<br>';//membuat textarea
			echo form_submit('submit', 'Kirim Data').'<br>';//membuat Tombol
			echo form_close();//membuat form

	}

Hasil keseluruhannya seperti berikut ini :

<?php
class Home extends CI_Controller {
	public function index(){
	$this->load->helper('html'); //memanggil helper
	echo heading('Selamat Datang',1); //heading 1
	echo ul(array( //ul
				'data pertama',
				'data kedua',
				'data ketiga'
			));
	echo ol(array( //ol
				'data pertama',
				'data kedua',
				'data ketiga'
	));		
	}
	public function helperNumber(){
		$this->load->helper('number');
		echo 'Ukuran GB : '.byte_format(4512244422).'<br>';
		echo 'Ukuran MB : '.byte_format(52245023).'<br>';
		echo 'Ukuran KB : '.byte_format(145023);
	}
	public function helperURL(){
		$this->load->helper('url');
		echo site_url().'<br>';//lokasi website
		echo base_url().'<br>';//folder lokasi website
		echo current_url().'<br>';//url yang lagi di buka
		echo anchor('http://google.com','google.com').'<br>'; //link

	}
	public function helperForm(){
		$this->load->helper('form');
			echo form_open('/'); //membuka form
			echo form_label('Nama : ').'<br>';//membuat label
			echo form_input('nama').'<br>';//membuat textbox
			echo form_label('Alamat : ').'<br>';//membuat label
			echo form_textarea('alamat').'<br>';//membuat textarea
			echo form_submit('submit', 'Kirim Data').'<br>';//membuat Tombol
			echo form_close();//membuat form

	}
}	

 

Sekarang coba, helper di codeigniter sangat membantu anda dalam pengerjaan dan memperpendek code yang akan kamu buat selain itu juga kamu bisa membuat helper sendiri pengen tau caranya ? Lihat di tutorial selanjutnya oke, salam coder.

Categories
CSS

Belajar CSS Bagian 5 : Menggunakan Border

Dalam tutorial kali ini kita akan membahas tentang bagaimana menggunakan border di CSS, pada tutorial sebelumnya kita membahas tentang penggunaan padding, property border digunakan untuk memberikan garis pinggir pada elemen, setidaknya ada tiga property yang harus anda set, yaitu color, style dan width

{
Border-color : black;
Border-style : solid;
Border width : 5px;
}

Namun anda jug adapat menggunakan CSS shorthand sehingga menjadi seperti berikut ini

Border : 5px solid black;

Cobalah kode berikut ini

<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
<style>
div {

    Border-color : black;
    Border-style : solid;
    Border width : 5px;
    background-color: lightblue;

}
</style>
</head>
<body>
<h2>Penggunaan Border</h2>
<div>Ini Menggunakan Border.</div>
</body>
</html>

 

sama halnya dengan padding, penambahan property border juga akan merubah ukuran dari box, jadi seperti yang saya jelaskan sebelumnya, ketika anda ingin membuat ukuran  lebar box tetap 100px maka anda harus menghitung ulang width dari box tersebut

Kali ini perhatikan bahwa kita memberikan border pada seluruh sisi .box, artinya jika kita tentukan ukuran border sebesar 5px, maka 10px (untuk width, karena 5px untuk left, dan 5px untuk right) akan ditambahkan pada ukuran .box tersebut. Sehingga ukuran .box berubah kembali menjadi 110px.

Untuk itu kita kurangi width dari .box tersebut menjadi 70px sehingga : 70px (width) + 20px (padding) + 10px (border) = 100px.

Semoga tutorialnya bermanfaat yah, sampai bertemu di tutorial selanjutnya semoga tutorial ini dapat berguna

Categories
PHP

Belajar PHP Bagian 7 : Menggunakan Switch

Di tutorial sebelumnya kita membahas tentang menggunakan IF dan ELSE, di tutorial kali ini kita akan membahas tentang mengguakan Switch, Switch sebetulnya sama saja dengan argument if, elseif dan else, cuman sedikit berbeda dalam penggunaan syntaxnya. Jika dalam penggunaak if, elseif dan else itu menggunakan {} namun dalam switch untuk memberhentikan keputusan di gunakan fungsi break; bentuk aslinya adalah seperti ini :

switch(variable){ // kita memilih variable yang akan dicocokkan  
case kriteria1: // kita menanyakan kriteria pertama itu apa    
pernyataan1; // kemudian pernyataannya apa ?   
 break;  // di akhir dengan break; begitu seterusnya, hingga kriteria habis     
 case kriteria2:    
pernyataan2;    
break;  // dan seterusnya dan seterunya ...  
}

Disini terlihat ketika kondisinya sesuai di wakili dengan code “case kriterial:” dengan titik dua “:” di belakang setiap kriterianya maka di tulislah pernyataan di awahnya itu.

Contoh kasusnya seperti ini :

<?php 
$nilai = "A"; 
 
switch($nilai) 
{ 
 case "A": 
  echo "Bagusss... baguss..."; 
  break; 
   
 case "B": 
  echo "Baik..."; 
  break; 
   
 case "C": 
  echo "Cukup..."; 
  break;
case "D": 
  echo "Kurang... "; 
  break; 
} 
?>

Sekarang kita bandingkan dengan project sebelumnya sudah tau kan perbedaannya, pengunaan switch tidak bisa sepeti if , elseif dan else di tutorial sebelumnya kita bisa menggunakan lebih dari, kurang dari, tidak sama dengan, tapi dalam penggunaan switch sama dengan kita menggunakan == di if dan elseif

switch itu hanya digunakan pada satu jenis variable saja namun memiliki nilai yang berbeda. tetapi dalam if, else if, dan else dapat digunakan pada variable yang berbedabeda dan nilai yang berbeda. switch ataupun if, else if, dan else tentunya dapat anda gunakan sesuai dengan kebutuhan anda nantinya.

Begitulah tutorial tentang bagaimana menggunakan switch di php di tutorial selanjutnya kita akan bertemu dengan pembahasan mengunakan perulangan for, while dan do while di PHP, sampai bertemu di tutorial selanjutnya. semoga artikel dapat berguna. salam coder

Categories
PHP

Belajar PHP Bagian 6 : Menggunakan IF dan ELSE

Dalam tutorial kali ini kita akan membahas tentang menggunakan IF dan ELSE. setelah di tutorial sebelumnya kita membahas tentang penggunaan operator.Argument IF sering sekali di gunakan oleh programmer.

Menggunakan Argumen IF

IF biasaanya di lakukan ketika akan membandingkan suatu nilai atau suatu kondisi. Dalam dunia nyata membandingkan kondisi sering digunakan misalnya.

“Jika nilai lebih dari 70 maka saya lulus”

Ini berarti dari kalimat tadi jika nilai lebih dari 70 itu adalah nilai atau kondisi dan saya lulus adalah sebuah statement kita coba implementasinya didalam codingan php

<?php

$nilai = 85

 if ($nilai > 70)  {  

echo "Saya lulus!";

  }

 ?>

 

Lihat pada  baris kode urutan ke 3

if ($nilai > 70) 

tanda “>” ini merupakan operator perbandingan yang membandinggkan isi variable $nilai dengan nilai 70, jika bernilai TRUE maka akan di tampilkan pernyataan di baris bawahnya, jika benar maka pernyataan yang berada di dlam tanda {} akan tampil, jika tidak php akan berhenti eksekusi filenya

coba lihat code dibawah ini

<?php
$jarak = 40;
if ($jarak <= 40)
 {
  echo "Jalan kaki saja";
 }
if ($jarak >= 40)
 {
  echo "Naik Motor";
 }
if ($jarak != 40)
 {
 echo "Diam ditempat";
 }
?>

 

Menggunakan Argumen if dan else

Argumen if dan else apabila digunakan secara bersamaan maka akan dapat menghasilkan dua statement.  Jika if itu hanya dapat menghasilkan satu statement saja, maka if dan else akan menghasilkan 2 opsi statement pada satu kondisi. Dalam kehidupan nyata jika anda mengalami suatu kondisi maka akan terdapat beberapa opsi, contoh nyatanya adalah sebagai berikut :

Jika nilai lebih dari 70

Maka saya lulus

Jika tidak

Maka saya tidak lulus

<?php

$nilai = 85

 if ($nilai > 70)  {  

echo "Saya lulus!";

  }else{

echo”saya tidak lulus”;

}

 ?>

 

Menggunakan Argumen if, else if, dan else

Menggunakan Argumen if, else if, dan else Jika pada argumen if dan else itu dapat menggunakan dua kondisi, yakni kondisi jika benar, dan jika salah, pada argumen if, else if, dan else, anda dapat menggunakan kondisi yang tidak terbatas. dan masing-masing kondisi/kriteria memiliki masing-masing pernyataan/statement. Dalam dunia sehari-hari argumen if, else if, dan else memiliki contoh seperti ini :

 

Jika nilai lebih dari sama dengan 90 dan kurang dari sama dengan 100

Maka Mendapakan nilai A

Jika nilai lebih dari sama dengan 80 dan kurang dari 90

Maka Mendapakan nilai B

Jika nilai lebih dari sama dengan 70 dan kurang dari 80

Maka Mendapakan nilai C

Jika nilai lebih dari sama dengan 50 dan kurang dari 70

Maka mendapatkan nilai E

Jika nilai lebih dari sama dengan 0 dan kurang dari 50

Maka mendapatkan nilai F

perhatikanlah contoh penggunaannya seperti yang dibawah ini

 

<?php

$nilai=70;

If($nilai >= 90 && $nilai <= 100){

Echo”Mendapatkan nilai A”;

}elseif($nilai >= 80 && $nilai < 90){

Echo “Mendapatkan nilai B”;

}elseif($nilai >= 70 && $nilai <80){

Echo “ Mendapatkan nilai c”;

}elseif($nilai >= 50 && $nilai<70){

Echo “Mendapatkan nilai E”;

}elseif($nilai >= 0 && $nilai < 50){

Echo”Mendapatkan nilai F”;

}

?>

 

di dalam penggunaan argumen if, else if, dan else terlihat begitu tidak terbatas jika di aplikasikan kedalam kasus yang lain. Jadi terus kembangkanlah, di tutorial selanjutnya  kita akan membahas tentang Menggunakan pemilihan switch di PHP

Categories
PHP

Belajar PHP Bagian 5 : Menggunakan Operator

Dalam tutorial sebelumnya kita membahas tentang bagaimana cara menggunakan constant dan variable, sekarang kita akan membahas bagaimana cara menggunakan operator di php. Sebelum ke codingan kita berkenalan dulu dengan operator di php

Pengertian Operator

Operator membuat suatu nilai menjadi penting. Ada beberapa jenis operator yang berguna dalam pemrogaman menggunakan PHP. Operator Aritmatik, Operator Perbandingan, Gabungan Operator Aritmatik dan Assignment

Operator Aritmatika

Berikut ini adalah tabel operator aritmatik, makna dan contohnya:

Contoh yang pertama kita akan membahas tentang operator aritmatika lihatlah code berikut ini

<?php

// contoh operator matematika

$pengurangan = 3.033.032.020 -3.033.031.924;

$pertambahan = 3.033.032.020 +3.033.031.924;

$perkalian = 3.033.032.020 * 3.033.031.924;

$pembagian = 3.033.032.020 / 3.033.031.924;

$hasilbagi = 200 % 4 ;

echo "3.033.032.020 - 3.033.031.924 = $pengurangan" ;

echo "3.033.032.020 + 3.033.031.924 = $pertambahan" ;

echo"3.033.032.020 * 3.033.031.924 = $perkalian" ;

echo"3.033.032.020 / 3.033.031.924 = $pembagian" ;

echo"200 % 4 = $hasilbagi";

//pengurangan di wakili tanda '-'

//penjumlahan di wakili tanda '+'

//perkalian di wakili tanda '*'

//pembagian di wakili dengan tanda '/'

//sisa hasil bagi di wakili dengan tanda '%'

?>

 

Operator Aritmatika ini layaknya anda berhitung menggunakan matematika, mulai dari pengurangan, penjumlahan, perkalian, pembagian.

Operator Perbandingan

Berikut ini adalah beberapa contoh penggunaan operator perbandingan dan hasilnya.

Kombinasi Operator Aritmatik dan Assignment

Berikut ini adalah bentuk-bentuk operator jenis ini.

Operator Pre/Post Increment dan Decrement

Operator jenis ini merupakan pengembangan dari operator jenis sebelumnya. Operator ini hanya digunakan pada proses increment maupun decrement dengan tingkat 1. Berikut ini adalah operator yang termasuk jenis ini:
$x++; ekuivalen dengan $x += 1; atau $x = $x + 1;
$x–; ekuivalen dengan $x -= 1; atau $x = $x – 1;

<?php
	$x = 4;
	$x++;
	echo "$x <br>";
	$x = 4;
	$x--;
	echo "$x <br>";
?>

Operator assignment

Operator assignment merupakan operator yang berguna untuk memasukkan nilai kedalam suatu variable. Dan jangan lupa, setiap baris code harus di tutup dengan ‘;’ atau script anda akan error. Lihat code berikut ini

<?php

// contoh operator assignment

$panjang = 10; // contoh assignment

$lebar = 8; // contoh assignment

$luas = $panjang * $lebar ; // contoh assignment juga

// tanda '=' mewakili proses assignment,

// ada beberapa tanda lagi yang dapat

// melakukan assignment,

// assignment penjumlahan diwakili tanda '+=' contohnya

$tambahdua = 2;

$tambahdua += 2;

echo $tambahdua."<br>" ;

//hasilnya 2 hal ini sama dengan pernyatan :

//$tambahdua = $tambahdua + 2;

//assignment pengurangan diwakili tanda '-=' contohnya

$clip = 22;

$clip -= 2; // sama dengan $clip = $clip - 2;

echo $clip;

?>

 

hal ini juga sama dengan perkalian di wakili tanda ‘*=’ dan pembagian ‘/=’ contoh yang lebih lengkapnya adalah seperti ini :

<?php

$a = 50;

$b = 40;

$c = 30;

$d = 20;

echo "Hasil dari adalah ".$a+=2;

echo "Hasil dari adalah ".$b-=2;

echo "Hasil dari adalah ".$c*=2;

echo "Hasil dari adalah ".$d/=2;

?>

 

logikanya adalah sebagai berikut, kita ambil salah satu, misalkan :

$a+=2

ini berarti sama saja dengan :

$a = $a + 2;

karena a bernilai 50, maka tambahkan 2 kepada 50, sehingga 50 + 2 = 52  Begitu juga untuk pengurangan, perkalian, dan pembagian. Perlu di catat di sini, ada

bentuk baris seperti ini :

echo “Hasil dari 50+=2 adalah ” . $a+=2 ;

dengan tanda titik, tanda titik memiliki arti melanjutkan kalimat. anda juga bisa menggantikan titik dengan koma. Sebagai contoh apabila kita ingin menulis kalimat “Saya belajar PHP” kedalam 3 bagian, kita dapat menulisnya seperti ini

echo “Saya” . “Belajar” . “PHP” ;

atau juga bisa seperti ini :

echo “Saya” , “Belajar” , “PHP” ;

sehingga untuk menampilkan angka 5 yang berada dalam variable $a, bisa seperti ini :

echo “Nilai a adalah $a”; atau echo “Nilai a adalah”. $a;

Sampai jumpa di artikel selanjutnya semoga dapat berguna. Salam coder.

Categories
PHP

Belajar PHP Bagian 4 : Menggunakan Constant dan Variable

Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tenteng Constant dan Variable di PHP, PHP memiliki dua jenis nilai, yakni Constant dan Variable. Keduanya sangat berpengaruh kedalam pemrograman PHP itu sendiri, karena dengan tidak ada kedua nilai ini maka PHP hanyalah barisan code saja tanpa nilai.

Pengertian Constant

Constant diartikan sebagai suatu nilai yang tidak bisa di modifikasi lagi. bersifat mutlak dan tidak dapat dirubah lagi. biasanya di gunakan untuk bilangan yang tetap, misalkan jari jari dari sebuah lingkaran, tanggal lahir seseorang dalam PHP untuk mendefinisikan Constant sebagai berikut

<?php
 define("Pi", 3.121592);
 echo Pi;
?>

oke sekarang kita akan coba contoh di atas dengan mengintegrasikannya dengan html, buatlah file baru dan ketikan seperti berikut

<!-- Belajar Constant -->
<html>
<head><title>Belajar Constant</title></head>
<body>
ini dia jari jari lingkaran 
<?php
 define("Pi", 3.121592);
 echo Pi;
?>
</body>
</html>

coba buka file tersebut maka yang akan keluar seperti berikut

ini dia jari jari lingkaran 3.121592

Pengertian Variable

Variabel adalah tempat menyimpan data, Variabel memiliki nama Dalam PHP variabel diawali dengan karakter $ diikuti dengan huruf sebagai karakter pertama setelah $, kemudian kombinasi karakter dan angka. Tidak boleh ada spasi dan tanda baca dalam penamaannya kecuali _(garis bawah, under score)

Syntax: $nama_variabel = nilai;

Contoh nama variabel yang benar :

  • $namauser
  • $password
  • $kota2
  • $tmpat_lahir

Contoh nama variabel yang salah :

  • $nama user
  • $pass/word
  • $kota 2

Variable merupakan suatu nilai yang masih dapat di ubah dengan cara di isi ulang. berbeda dengan Constant yang tidak dapat dirubah dan bersifat mutlak. Coba perhatikan code berikut ini :

<?php
 $vab = 2012;
 echo $vab;

 $vab = "Ini Berubah";
 echo $vab;
?>

coba code tersebut dengan nama variable yang sama yaitu $vab tapi dengan isi yang berbeda tampilan pertama akan terlihat b tapi yang kedua terlihat Ini berubah. Variable selalu diawali dengan $ . ada beberapa jenis tipe data untuk variable. 3 jenis tipe data induk yakni integer, float dan string

Cara penulisan variable

dalam penulisan variable ada hal-hal yang harus di perhatikan dan jika tidak diikuti maka variable tersebut tidak akan menjadi variable, tapi bilangan lain atau error, ini adalah cara penulisan variable di php

  • $variable harus diawali oleh huruf atau _ , tidak boleh memuat spasi tidak boleh memuat spesial karakter
  • $2010 ini salah satu contoh penulisan variable yang salah
  • $ini bukan variable ini juga salah dalam penulisan variable
  • $_variable1 ini penulisan variable yang benar

Begitulah penggunaan variable dan constant, harap berhati hati dalam penulisan variable, seperti yang telah di bahas di atas. untuk di tutorial selanjutnya kita akan membahas bagaiman menggunakan Operator di PHP. semoga tutorialnya dapat berguna. Salam Coder

Categories
PHP

Belajar PHP Bagian 3 : Bekerja dengan PHP

Hai, sebelum kepembahasan di artikel sebelumnya kita sudah install XAMPP sebagai web server kita untuk menjalankannya buka aplikasi XAMPP untuk window bisa double clik, untuk linux bisa lewat terminal ketikan sudo /opt/lampp/lampp start jika sudah jalan kilk start untuk apache, karena kita akan belajar dulu tentang php maka kita hanya memerlukan apache saja. kalau di linux tidak usah klik start karena otomatis hidup sendiri.

Sekarang kita akan masuk kepembahasan bagaimana bekerja dengan PHP, saya anggap anda sudah bisa HTML. sama seperti HTML kita memerlukan texteditor untuk mengetikan Syntaxnya tapi struktur PHP berbeda dengan HTML. dan meletakanyapun berbeda biasanya kita meletakan file HTML di mana saja, dan menjalankannyapun kita cukup double klik, tapi berbeda dengan PHP.

Direktori default dari PHP untuk window C:\xampp\htdocs\ sedangkan linux di /opt/lampp/htdocs kemudian untuk menjalankan scriptnya kita harus buka langsung di web browser, dengan mengetikan alamat address bar seperti http://localhost/nama_folder/nama_file.php sekarang kita masuk ke struktur halaman dari PHP.

Penulisan PHP

  • Embedded script merupakan teknik penyisipan script php dalam tag html yang memiliki ciri-ciri ketika dilihat dengan view source pada web browser maka script php tidak ada, hasil dari eksekusi berupa html murni
  • Non Embedded Script (PHP On The Fly) adalah teknik menyisipkan script php diluar tag html yang berarti bahwa tag html yang berda di dalam script php. Ciri-cirinya adalah tag html tidak beraturan, Hasil murni dari script PHP, meskipun begitu web browser tetap dapat menampilkan informasi

Untuk mengetikan code PHP di awali dengan <?php dan di akhiri dengan ?> karena di luar itu php engine tidak akan menggangap itu script PHP, melainkan HTML. sebagai contohnya seperti di bawah ini

<?php
//script php terletak disini
//setiap code di php diakhiri ';'

echo "Hello Word !";

?>

setelah itu save di folder xampp seperti yang telah di jelaskan, buat folder baru di htdocs beri nama latihanphp, lalu save file tadi di folder latihanphp dan kasih nama latihan1.php , jika sudah buka web browser anda dan ketikan seperti berikut http://localhost/latihanphp/latihan.php.

Contoh Embedded Script :

<html>
<head>
<title>Embedded Script</title>
</head>
<body>
<?php
	echo "Hallo Bro, Katanya Ini Halaman PHP Pertama Saya 	Yang Embedded Pada HTML! <br>";
	echo "Dan Saya sedang Belajar PHP";
?>
</body>
</html>

Contoh Non Embedded Script :

<?PHP
echo "<html>"; 
echo "<head>"; 
echo "<title>Non Embedded Script</title>"; 
echo "</head>"; 
echo "<body>"; 
echo "<h1 align = 'center'> Hallo Bro, </h1>"; 
echo "Katanya Ini Halaman PHP Pertama Saya Yang NonEmbedded! <br>"; 
echo "Dan Saya sedang Ada Di Body"; 
echo "</body>"; 
echo "</html>"; 
?>

 

mudah bukan ? begitulah cara bekerja dengan php, untuk di tutorial selanjutnya kita akan membahas tentang bagaimana cara penulisan coding di php

Categories
PHP

Belajar PHP Bagian 2 : Install XAMPP

Pada tutorial sebelumnya kita sudah membahasa Pengertian PHP, dan di tutorial kali ini kita akan membahas cara Install XAMPP, mengapa kita instal xampp ? PHP dapat dijalankan dengan menggunakan servernya yaitu Apache, untuk itu kita install xampp karena xampp telah menyediakan apache sekaligus Mysql yang akan kita gunakan di tutorial berikutnya.

Sebelumnya kita harus mengenal terlebih dahulu apa itu web server, Web Server adalah sebuah perangkat lunak server yang berfungsi menerima permintaan HTTP atau HTTPS dari klien yang dikenal dengan web browser dan mengirimkan kembali hasilnya dalam bentuk halaman-halaman web yang umumnya berbentuk dokumen HTML.

Apache Web Server – The HTTP Web Server :

  1. Apache
  2. Microsoft windows Server 2012 Internet Information Services (IIS 10.0)
  3. Lighttpd
  4. Sun Java System Web Server
  5. Xitami Web Server
  6. Zeus Web Server

Server HTTP Apache atau Server Web/WWW Apache adalah server web yang dapat dijalankan di banyak sistem operasi (Unix, BSD, Linux, Microsoft Windows dan Novell Netware serta platform lainnya) yang berguna untuk melayani dan memfungsikan situs web. Protokol yang digunakan untuk melayani fasilitas web/www ini mengunakan HTTP.
Versi Terbaru : mayor 2.4.18

Beberapa dukungan Apache :

  1. Kontrol Akses. Kontrol ini dapat dijalankan berdasarkan nama host atau nomor IP
  2. CGI (Common Gateway Interface)
  3. PHP (Personal Home Page/PHP Hypertext Processor); Program dengan metode semacam CGI, yang memproses teks dan bekerja di server. Apache mendukung PHP dengan menempatkannya sebagai salah satu modulnya (mod_php). Hal ini membuat kinerja PHP menjadi lebih baik

Apa Itu XAMPP?

XAMPP merupakan perangkat lunak untuk mendirikan server sendiri (localhost). XAMPP didistribusikan secara opensource / perangkat lunak sumber terbuka didalamnya sudah ada paket program seperti Apache, MySQL, PHP, phpMyAdmin, FileZilla FTP Server, Perl. Saat ini XAMPP terbaru adalah versi XAMPP 7.0.3

XAMPP dapat dijalankan pada Mac dan Linux. Dalam tutorial ini kami akan membahas tentang Windows.

Install Xampp di Linux

  1. Download Xampp terbaru di sini
  2. Buka terminal (alt + t)
  3. Berikan akses eksekusi dengan perintah sudo chmod +x namafile.runperlu di ingat kita harus ke direktori tempat kita menyimpan xampp terlebih dahulu, seperti gambar di atas saya menyimpannya di desktop
  4. Ekseskusi file dengan cara sudo ./namafile.run dan akan tampil proses instalasi
  5. Ikutin tahap tahap instalasi dan tunggu sampai proses instalasi selesaijika instalasi selesai, untuk directori projectnya juga sedikit berbeda, jika di windows direktorinya terletak di C:xampp/htdocs maka di linux terdapat pada direktori /opt/lampp/htdocs. untuk dapat mengakses project anda juga harus memberikan perintah chmod 777 pada folder project anda.

Install XAMPP di Window

  1. Download Xampp terbaru di sini
  2. Buka file Xampp yang telah kita unduh tadi dengan klik dua kali
  3. Klik Next
  4. Pada tampilan selanjutnya akan muncul pilihan-pilihan komponen mana dari XAMPP yang ingin dan tidak ingin Anda instal. Beberapa pilihan seperti Apache dan PHP adalah bagian yang penting untuk menjalankan situs web dan akan secara otomatis diinstal. Silakan periksa MySQL dan phpMyAdmin, untuk pilihan lain biarkan saja.
  5. Silakan pilih folder tujuan dimana XAMPP ingin Anda instal, pada tutorial ini pada direktori C: \ xampp .
  6. Setelah itu Klik next
  7. dan klik next lagi
  8. Tunggu higga proses install selesai
Categories
PHP

Belajar PHP Bagian 1 : Pengertian PHP

Pada tutorial kali ini kita akan membahas tentang Pengertian PHP, di dunia web development php sangatlah terkenal, bahasa pemograman php sangat banyak sekali yang menggunakan. maka dari itu kita akan membahasa tentang php. sebelum kita ke codingan kita kenalan terlebih dahulu apa itu PHP.

Pengertian PHP

PHP adalah salah satu bahasa Server-side yang didesain khusus untuk aplikasi web. PHP dapat disisipkan diantara bahasa HTML dan karena bahasa Server side, maka bahasa PHP akan dieksekusi di server, sehingga yang dikirimkan ke browser adalah “hasil jadi” dalam bentuk HTML, dan kode PHP anda tidak akan terlihat.

PHP Pertama kali ditemukan pada 1995 oleh seorang Software Developer bernama Rasmus Lerdrof. Ide awal PHP adalah ketika itu Radmus ingin mengetahui jumlah pengunjung yang membaca resume onlinenya. script yang dikembangkan baru dapat melakukan dua pekerjaan, yakni merekam informasi visitor, dan menampilkan jumlah pengunjung dari suatu website. Dan sampai sekarang kedua tugas tersebut masih tetap populer digunakan oleh dunia web saat ini. Kemudian, dari situ banyak orang di milis mendiskusikan script buatan Rasmus Lerdrof, hingga akhirnya rasmus mulai membuat sebuah tool/script, bernama Personal Home Page (PHP).

Setelah mengalami perkembangan oleh suatu kelompok open source(termasuk Rasmus) maka mulai versi 3 nya, PHP telah menampakkan keunggulannya sebagai salah satu bahasa server scripting yang handal. Melalui perkembangan yang pesat ini banyak fasilitas yang ditambahkan dan oleh kelompok ini PHP disebut sebagai “PHP: Hypertext Preprocessor” .
Sintak yang digunakan berasal dari bahasa C , Java maupun Perl.

Yang menjadikan PHP berbeda dengan HTML adalah proses dari PHP itu sendiri. HTML merupakan bahasa statis yang apabila kita ingin merubah konten/isinya maka yang harus dilakukan pertama kali nya adalah, membuka file-nya terlebih dahulu, kemudian menambahkan isi kedalam file tersebut. Beda hal nya dengan PHP. Bagi anda yang pernah menggunakan CMS seperti wordpress atau joomla yang dibangun dengan PHP tentunya, ketika akan menambahkan konten kedalam website, anda tinggal masuk kedalam halaman admin, kemudian pilih new artikel untuk membuat halaman/content baru. Artinya hal ini, seorang user tidak berhubungan langsung dengan scriptnya. Sehingga seorang pemula sekalipun dapat menggunakan aplikasi seperti itu.

Yang bisa dilakukan PHP :

  • Mengurangi waktu untuk membuat web berskala besar
  • Mampu menciptakan web interaktif
  • Menciptakan berbagai tool untuk keperluan online
  • Mendukung e-commerce (shopping carts)

Keunggulan PHP :

  1. Gratis Apa yang membuat PHP begitu berkembang sangat pesat?? hingga jutaan domain menggunakan PHP, begitu populernya PHP?? Jawabannya adalah karena PHP itu gratis. Saya sendiri menyukai bahasa yang satu ini selain mudah juga karena gratis.
  2. Cross platform Artinya dapat di gunakan di berbagai sistem operasi, mulai dari linux, windows, mac os dan os yang lain.
  3. Mendukung banyak database PHP telah mendukung banyak database, ini mengapa banyak developer web menggunakan PHP Adabas D Adabas D, dBase dBase, Empress Empress, FilePro(read-only) FilePro (read-only) Hyperwave, IBM DB2, Informix, Ingres, InterBase, FrontBase mSQL, Direct MS-SQL, MySQL MySQL, ODBC, Oracle (OCI7 and OCI8), Ovrimos, PostgreSQL SQLite, Solid, Sybase, Velocis, Unix dbm.
  4. On The Fly PHP sudah mendukung on the fly, artinya dengan php anda dapat membuat document text, Word, Excel, PDF, menciptakan image dan flash, juga menciptakan file-file seperti zip, XML, dan banyak lagi.

 

Aplikasi portal web yang dikenal dengan aplikasi CMS (Content Managemen System) yang dikembangkan dengan menggunakan PHP diantaranya adalah :

  • Joomla! (http://www.joomla.org)
  • WordPress (http://www.wordpress.org)
  • Drupal (http://www.drupal.org)
  • SilverStripe (http://www.silverstripe.org)
  • phpNuke (http://www.phpnuke.org)

PHP telah benar-benar mempengaruhi dunia internet saat ini. Facebook yang anda kenal selama ini dibangun menggunakan PHP, begitu juga dengan Yahoo, dan masih banyak lagi yang website populer lain yang menggunakan php sebagai bahasa intinya. Programmer sistem informasi saat ini lebih cenderung membangun sistem informasi berbasis website, ketimbang desktop application, karena fitur yang dihasilkan sama persis, installasi mudah, dapat dijalankan dibanyak PC, dengan spek yang minim.

Categories
CSS

Belajar CSS Bagian 4 : Membuat Padding

Dalam tutorial sebelumnya kita membahas tentang membuat margin  di tutorial kali ini kita membahas tentang padding, hampir sama seperti margin,

Pengertian Padding

padding di gunakan untuk memberi jarak akan tetapi padding memberi jarak di dalam objek yang kita beri nilai padding. padding biasanya digunakan untuk memberi jarak antara box dengan object lainya

contohnya dalam tutorial sebelumya kita bisa lihat jarak antara text dan box saling berdekatan.tidak ada jarak sama sekali, merapat ke sisi box tersebut. Untuk itu property paddinglah yang akan memberikan jarak antara konten elemen dengan elemen tersebut.

Sebagai contoh coba perhatikan code dibawah ini :

<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
<style>
div {
    border: 1px solid black;
    padding-top: 15%;
    padding-bottom: 8%;
    padding-right: 30%;
    padding-left: 80px;
    background-color: lightblue;
}
</style>
</head>
<body>

<h2>Penggunaan Padding - Individual Sides</h2>

<div>dalam elemen div ini setiap properti padding di beri nilai sebagai berikut top padding of 100px, right padding of 150px, bottom padding of 100px, dan left padding of 80px.</div>

</body>
</html>

Terlihat bahwa ada jarak antara text dengan sisi box, tidak seperti di tutorial sebelumnya dalam penggunaan margin tidak ada jarak antara text dengan sisi box.

Perlu diperhatikan juga, bahwa ketika kita menambahkan padding, ukuran .box juga akan berubah. Misalnya kita menentukan ukuran lebar dari div sebesar 100px. Ketika kita menambahkan padding-left sebesar 20px, maka total lebar dari div tersebut menjadi 120px.

Jadi jika anda ingin ukuran .box tetap 100px, kita harus menghitung ulang width dari box tersebut. Misalnya kita ubah menjadi 80px. Dengan begitu, 80px + 20px menjadi 100px.

untuk penulisan padding sama seperti margin terdapat dua penulisan dan untuk propertipun seperti berikut :

CSS memiliki properti untuk menentukan padding untuk setiap sisi elemen:

  • padding-top
  • padding-right
  • padding-bottom
  • padding-left

Semua properti padding dapat memiliki nilai-nilai berikut:

  • length – menentukan padding dalam px, pt, cm, dll.
  • % – menentukan padding dalam% dari lebar elemen yang mengandung
  • mewarisi – menentukan bahwa padding harus diwarisi dari elemen induk

Catatan: Nilai negatif tidak diizinkan.

begitulah penggunaan padding di css, untuk tutorial selanjutnya kita akan membahas penggunaan padding di css, salam coder.