Categories
PHP

Belajar PHP Bagian 10 : Menggunakan Include dan Require

Hallo coder, pada tutorial kali ini kita akan membahas tentang menggunakan include dan require, fungsi dari include dan require adalah untuk menjalakan banyak file bersamaan dengan cara memasukan file lain kedalam satu file. penulisan include dan riquire seperti berikut ini

include "namafile.php";
require "namafile.php";

pada contoh pertama yang akan kita buat kita akan memasukan variable dalam file yang akan kita include. buat file  beri nama fileinclude.php dan ketikan code dibawah ini

<?php
$nilai = 100;
?>

kemudian kita akan asukan kedalam file lain, kita buat file satu lagi dan kasih nama index.php kemudia ketikan code dibawah ini

<?php

include"fileinclude.php";

if($nilai == 100){

echo"Kamu Hebat";
}else{
echo"Kamu Payah";
}
?>

Kemudian coba kamu jalan kan dan lihat hasilnya. fungsi include disini untuk memanggil file dan mengeksekusi secara bersamaan. coba letakan code include di paling bawah maka akan error. coba code berikut ini.

<?php
echo"<h1>Ini Header</h1><hr><br>";
?>
<?php
echo"<br><hr><h1>Ini Footer</h1>";
?>
<?php
include"header.php";

echo"Ini isi konten ";

require"footer.php";
?>

Coba jalankan dan lihat hasilnya, kita membuat sebuah template, anda dapat menjalankan file include sesuai kebuthan anda agar, file utama tidak terlalu menumpuk code, bayangkan jika ada ribuan code dalam satu file, pdahal kita bisa membagi dalam beberapa file, maka fungsi include dan require disini untuk meng effesiensi kan coding anda, agar lebih mudah dalam developer dan tidak terlalu menumpuk code yang anda buat.

Bagaimana mudah bukan ? dalam tutorial selanjutnya kita akan belajar menggunakan function di php, jadi tetep buka web warungcode yah. salam coder.

Categories
PHP

Belajar PHP Bagian 9 : Menggunakan While dan Do While

Pada tutorial kali ini kita masih membaha perulangan tapi kita menggunakan while dan do while sebagai perulangannya, jika di tutorial sebelumnya kita menggunakan for untuk membuat sebuah perulangan. penggunaan while berbeda dengan while, jika for kita menyimpan varibale nilai awal dan operator incremen di dalam for, for($i=1;$i<10;$i++) kalau di while berbeda lihat code dibawah ini.

<?php
$i=1;
while($i<=10){
echo"Baris $i <br>";
$i++;
}
?>

lihat code diatas, saat kita menggunakan while kita harus mendeklarasikan variabel nilai awal terlebih dahulu dan operator increment berada di dalam while  setelah code yang akan di tampilkan, berbeda dengan for yang semuanya berada di dalam for

jika kita tidak menggunakan operator incerement di dalam while maka perulangan akan terus menerus. sekarang kita lihat do while lihat code dibawah ini.

<?php 
$x = 1; 
do 
 { 
  echo "Baris $x"; 
  $x++ 
 } 
while ($x <= 100); 
?

Hampir sama dengan bentuk perulangan dari while, namun ada sedikit perbedaan di sini, letak dari while yang kita simpan di bawah, dan while yang diatas kita ganti menjadi do, dari semua perulangan yang sudah kita bahas, kegunaan nya sama tapi kita dapat memilih sesuai dengan kebutuhan kita dalam penggunaannya,

dalam tutorial selanjutnya kita akan membahas tentang include dan require di php, semoga tutorial ini dapat berguna bagi kalian, jangan lupa klik ads untuk donasi buat kami.

Categories
PHP

Belajar PHP Bagian 8 : Menggunakan For

Pada tutorial kali ini kita akan membahas tentang Menggunakan For di PHP , for merupakan salah satu jenis perulangan yang cukup sering di unakan, penggunaan for di sesuaikan dengan kebutuhan masing masing, misalkan kita akan membuat 10 bari data, lihat code dibawah ini.

<?php

echo"Baris 1<br>";
echo"Baris 2<br>";
echo"Baris 3<br>";
echo"Baris 4<br>";
echo"Baris 5<br>";
echo"Baris 6<br>";
echo"Baris 7<br>";
echo"Baris 8<br>";
echo"Baris 9<br>";
echo"Baris 10<br>";
?>

Jika sebelumnya kita membuat perulangan seperti di atas, bisa di bayangkan jika kita ingin membuat 100rb perulangan pastinya cape bukan. bandingkan dengan code bi bawah ini

<?php

for($i=1;$i<=10;$i++){

echo "Baris $i <br>";

}

?>

Dan lihat hasilnya sama bukan seperti code sebelumnya, kita hanya perlu 3 baris code untuk membuat sebuah perulangan data sampai berapapun itu, coba lihat code diatas di dalam for terdapat variable $i yang kita kasih angka 1, itu sebagai titik awal perulangan kita dan $i<=10 itu adalah batas perulangan sampai 10. jadi jika kita ingin membuat 100 perulangan kita hanya perlu mengganti angka 10 tersebut menjadi 100

Terus bagaimana kalau kita ingin membuat perulangan dari 100 ke 1, mudah saja lihat code dibawah ini.

<?php
for($i=100;$i>=1;$i--){
	echo "Angka $i <br>";
}
?>

didalam perulangan kita dapat menambahkan operator increment, seperti yang di atas perulangan di atas akan selalu dikurangi, jika di perulangan sebelumnya kita selalu menambahkan.

selain for perulanganpun ada beberapa cara lagi yaitu while dan do while, yang akan kita bahas di tutorial selanjutnya.

Categories
VueJS

Belajar VueJS Bagian 3 : Menggunakan v-text dan v-html

Hallo coder, kali ini kita akan membahas menggunakan v-text dan v-html di Vue JS, setelah ditutorial sebelumnya  membahas  menggunakan mustaches.

v-text dan v-html adalah cara lain untuk menampilkan data yang akan kita tampilkan. kita akan bahas satu persatu. coba ketik code berikut ini.

<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
  <title>Belajar vue.JS</title>
</head>
<body>
  <div id="app" v-text="pesan">
  </div>
  <script src="vue.min.js"></script>
  <script src="apps.js"></script>
</body>
</html>
var app = new Vue({
  el: '#app',
  data: {
    pesan: 'Hello Vue!'
  }
})

Sekarang lihat code diatas, ada sedikit perbedaan dari code di atas dengan code yang ada di tutorial sebelumnya.

ditutorial sebelumnya kita menggunakan {{pesan}} tanda kurawal untuk menampilkan data, sekarang kita hanya perlu menambah v-text=”pesan” di html untuk menampilkannya.

sekarang coba ubah codenya menjadi seperti berikut ini.

new Vue({
  el: '#app',
  data: {
    pesan: '<b>Hello Vue!</b>'
  }
})
  <div id="app" v-html="pesan">
  </div>

Cara diatas adalah cara untuk menampilkan data dengan bentuk html.

jika saat mengunakan mustaches kita mengetikan difile htmlnya, tapi saat kita menggunakan v-html kita hanya perlu mengetikan didalam app.js.

coba ubah code app.js seperti yang di bawah ini.

new Vue({
  el: '#app',
  data: {
    pesan: '<b>Hello</b> <i>Vue</i>! <u>Aku disini</u>'
  }
})

Mudah bukan belajar v-text dan v-html di Vue JS, ditutorial selanjutnya kita Membahas tentang Menggunakan if dan else di vue js.

semoga tutorial ini berguna jangan lupa klik ads untuk donasi, salam coder.

Categories
VueJS

Belajar VueJS Bagian 2 : Menggunakan Mustaches

Hallo Coder, sekarang kita akan membahas mengenai Cara Menggunakan Mustaches di Vue JS setelah sebelumnya kita membahas mengenai Mengenal VueJS.

Mustaches di VueJS merupakan cara untuk menampilkan data, untuk cara penggunaannya kita hanya perlu meletakan variablenya seperti ini {{nama_variable}}

nama variable selalu di apit dengan double kurung kurawal.

Dalam Program Pertama kita akan membuat Hello World!! (Ledgen banget di semua bahasa pemograman).

yang akan kita masukan pada variable pesan saat kita paggil {{pesan}} maka akan keluar tulisan Hello World!!.

untuk mencobanya silahkan ketik source code di bawah ini :

<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
  <title>Belajar vue.JS</title>
</head>
<body>
  <div id="app">
    {{ pesan }}
  </div>
  <script src="https://cdn.jsdelivr.net/npm/vue@2.5.16/dist/vue.js"></script>
  <script src="apps.js"></script>
</body>
</html>
var app = new Vue({
  el: '#app',
  data: {
    pesan: 'Hello World!'
  }
})

Sekarang mari kita bahas satu persatu agar dapat memahami dengan lebih baik, Coba lihat script dibawah ini.

<div id="app">
{{pesan}}
</div>

Aplikasi yang akan kita uat terletak pada bagian div di atas, mengapa harus div tidak yang lain ? karena div tidak berisi format apapun, kemudian coba lihat ada code id=”app” merupakan atribut dalam HTML, id disini sebagai penanda yang namanya tidak boleh sama antara satu id dengan id lainya pada contoh di atas kita menamakan app untuk id nya HTMLnya sudah beres sekarang kita kaitkan dengan Vue. mari lihat code dibawah ini

var app = new Vue({
  el: '#app', //ini adalah id yang kita paggil di html
  data: {
    pesan: 'Hello World!'
  }
})

Script dia atas dapat diartikan sebagai berikut, kita akn buat Vue baru dengan element(el) yang di kaitka dengan #app , dan kita membuat sebuah variable baru bernama pesan dengan isi Hello World!! , script dia atas kita namakan App.js. sekarang coba buka filenya.

Cuman gitu aja ? ets tenang dulu coba klik kanan->inspect elemen->console lalu ketik app.pesan di console maka akan keluar hello world!! terus coba ketik kan lagi app.pesan = “hello vueJS” , berubah bukan tulisan yang ada di layar ?

Wow berubah dinamis datanya, nah itulah yang di sebut dengan reactive dan VueJS mendukung akan itu.

Bagaimana tutorial Menggunakan Mustaches di Vue JS ? mudah kan, Jadi tetep pantengin warungcode dan sampai ketemu di tutorial selanjutnya kita akan membahas Menggunakan v-text dan v-html di vue js 

Categories
VueJS

Belajar VueJS Bagian 1 : Mengenal VueJS

Mengenal VueJS lebih dalam

Mengenal Vue Js, VueJS adalah salah satu framework Javascript yang sangat populer, Javascript telah memberikan keindahan pada sebuah website, membuat halaman web akan lebih dinamis. Javascript merupakan bahasa pemograman web terpopuler karena memiliki fitur dan tingkat portabilitas yang baik. sehingga banyak yang menggunakan sampai saat ini.

Sampai saat ini terdapat banyak sekali framework Javascript, sebut saja AnggularJS, ReactJS, MeteorJS, VueJS dan msih banyak lagi framework javascript lainnya.  VueJS hadir dengan fitur fitur yang sangat mempuni, dengan beberpaa keunggulan dari yang lain.

  • Approachable (pendekatan yang sangat mudah)
  • Maintainable (Pemeliharaan yang mudah)
  • Versatile (serba guna, terdapat banyak library)
  • Reactive (terhadap perubahan)
  • Performant (Performa yang cepat dengan ukuran yang kecil)
  • Testable (pengujian yang mudah)

Selain itu, VueJS menyediakan antarmuka Vue CLI untuk membangun sebuah web dengan mudah. Oleh sebab itu tingkat popularitas VueJS terus meningkat hanya dengan waktu sekitar 3 tahun. VueJS mampu menjadi Pesaing yang tidak mudah di tandingi.

Hasil Survey Popularitas Framework Javascript
Hasil Survey Popularitas Framework Javascript

Gambar di atas adalah hasil survey popularitas Framework Javascript yang dilakukan oleh StateOFJS pada tahun 2017

Apa itu VueJS ?

VueJS merupakan sebuah framework Javascript yang digunakan untuk membangun sebuah user inteface dengan mengacu pada arsitektur MVC (Model, View, Controller). MVC merupakan sebuah metode dimana untuk membbangun sebuah aplikasi dengan memisahkan antara unsur Data (Model), Unsur User (view), dan Unsur Proses (Controller).

VueJS bekerja pada layer View, sehingga mudah dalam menyatukannya dengan berbagai library atau proyek sebelumnya. VueJS juga sangat baik jikka di gunakan untuk membangun sebuah SPA (single page aplications).

VueJS merupakan proyek open-source yang di ciptakan Evan You pada 2014, setelah sebelumnya dia bekerja untuk Google dalam proyek AngularJS yang merupakan framework Javascript besutan Google, Sehingga ada beberapa konsep dari VueJS yang telah di adaptasi oleh AngularJS

Setelah kita Mengenal VueJS, Jadi kamu siap untuk mulai Belajar VueJS ? di artikel selanjutnya kita akan membahas Menggunakan Mustaches di Vue Js vueJS tentunya dengan contoh sebuah Aplikasi pada akhirnya. jadi terus pantau web warungcode.com. Salam Coders!!!

Categories
Artikel

Google mengaku kehilangan, setelah Microsoft membeli GitHub

Eksekutif Google telah berbicara pada acara maalah fortune, Diane Greene Google’s head of cloud, membuat sebuah pengakuan “Saya tidak keberatan membeli mereka tapi tidak apa apa” Kata Greene.

Sebelumnya google juga mencoba untuk mendapatkan Github, di samping tawaran yang di berikan Microsoft, Namun Pendiri Github Chris Wanstrath lebih memilih Microsoft karena hubungannya denga CEO Satya Nadella. Github adalah Repositori code yang sudah sangat populer dikalangan developer, banyak perusahaan seperti Apple, Amazon , Facebook, google dan perusahan teknologi lainya yang menggunakan Github. Ada 85 juta Repositori Host di Github, dan Pengembang 28juta memberikan kontribusi terhadap Github

GOOGLE STILL ISN’T SAYING WHETHER IT WILL CONTINUE TO USE GITHUB

Sebelumnya google telah memberikan komentar terhadap penggunaan github, “kita tidak mengomentari akuisisi berkelanjutan di seluruh industri teknologi”, di lain pihak facebook telah berkomitmen untuk Github ” Github masih menjadi tempat yang bagus untuk berbagai proyek-proyek kami dan bekerja sama dengan komunitas open source, kita akan terus menggunakannya”

Greene juga mengomentari tentang Microsoft membeli Github. “Saya benar benar berharap Microsoft dapat membuat mereka benar benar Netral”. Kata Greene. Sebagian besar pengembang sedang menunggu untuk melihat apa yang akan terjadi setelah Microsoft Mengakuisisi.

Categories
Codeigniter

Belajar Codeigniter Bagian 8 : Membuat Helper Sendiri

Hallo Coder, setelah di tutorial sebelumnya kita mencoba beberapa helper yang sudah ada, di tutorial kali ini kita akan mencoba membuat helper sendiri, cukup mudah membuat helper sendiri, sekarang kalian coba buat file baru dengan nama tutor_helper.php di folder application/helper kemudian kita ketikan source code berikut ini

<?php

function cetakTebal($value){

                echo '<b>'.$value.' </b>';

}

function cetakMiring($value){

                echo '<i>'.$value.' </i>';



}

function cetakBergaris($value){

                echo '<u>'.$value.' </u>';



}

function cetakH1($value){

                echo '<h1>'.$value.' </h1>';

}

function cetakH2($value){

                echo '<h2>'.$value.'</h2>';

}

function cetakH3($value){

                echo '<h3>'.$value.'</h3>';

}

function cetakH4($value){

                echo '<h4>'.$value.'</h4>';

}

?>

 

Kita sudah membuat beberapa function helper sendiri yang kita buat, sekarang kita akan coba terapkan helper yang telah kita buat tadi pada controller, masih memakai controller tutorial sebelumnya kita hanya menambah beberapa code, anda bias cek disini untuk mendapatkan code ditutorial sebeleumnya.

Ketikan code berikut pada controller Home

public function helperSendiri(){

                                $this->load->helper('tutor');

                                cetakTebal("Text ini dicetak Tebal oleh Helper");

                                cetakMiring("Text ini dicetak Miring oleh Helper");

                                cetakBergaris("Text ini dicetak Bergaris oleh Helper");

                                cetakH1("Text ini dicetak H1 oleh Helper");

                                cetakH2("Text ini dicetak H2 oleh Helper");

                                cetakH3("Text ini dicetak H3 oleh Helper");

                                cetakH4("Text ini dicetak H4 oleh Helper");

               

                }

 

Setelah itu coba jalakan di web browser, sekarang kita akan menambah beberapa code di helper  seperti tambah(), kurang(), kali() dan bagi()

function tambah($val1,$val2){

                echo $val1+$val2;

}

function kurang($val1,$val2){

                echo $val1-$val2;

}

function kali($val1,$val2){

                echo $val1*$val2;

}

function bagi($val1,$val2){

                echo $val1/$val2;

}

 

Dan tambahkan code berikut pada Controller Home.php

tambah(2,3);
echo "<br>";
kurang(50,3);
echo "<br>";
kali(20,30);
echo "<br>";
bagi(300,30);
echo "<br>";

 

sekarang coba dan lihat perubahanya, dengan kita membuat helper sendiri itu akan mempermudah kita dalam perancangan dan akan mempersedikit code yang akan kita buat, kita coba lihat perbedaan berikut ini

jika sebelumnya dalam membuat pertambahan kita mengetikan code seperti berikut ini

$a=2;

$b=3;

$hasil = $a + $b;

Echo $hasil;

 

Tapi dengan kita membuat helper sendiri kita cukup mengetikan seperti berikut ini

Tambah(2,3);

 

Dengan banyaknya operasi tambah yang kita buat, akan memperbanyak codingan kita tapi dengan adanya helper kita hanya perlu mengetikan 1 baris saja, mudah bukan semoga artikel ini dapat menjadi referensi anda dalam membuat sebuah program, sampai ketemu di tutorial sebelumya salam coder.