Categories
PHP

Belajar PHP Bagian 13 : Manipulasi String

Hallo coder, pada tutorial kali ini kita akan membahas tentang manipulasi string di php, Manipulasi string digunakan untuk mengolah suatu inputan yang dimasukkan oleh user atau di ambil dari database. Biasanya manipulasi ini digunakan untuk satu alasan tertentu, seperti misalkan mencocokan password, validasi kecocokan email, menampilkan text dengan format tertentu.

Manipulasi String :

  1. strlen()
    Jika kita ingin menghitung jumlah karakter yang berada dalam sebuah kata atau kalimat kita bisa menggunakan strlen()  Untuk menghitung jumlah karakter dalam string.

    <?php
    $kata = "warungcode Tempat belajar pemogramman";
    $jumlahkarakter = strlen($kata);
    
    echo "variable \$kata berisi $jumlahkarakter karakater";
    ?>

     

  2. strcmp()Membandingkan 2 string biasanya digunakan untuk pencocokan password, atau pencocokan email. Di gunakan fungsi strcmp();
    <?php
    $passwordasli = "passwordasli";
    $passwordinput = "passwordinput";
    
    $cocok = strcmp($passwordasli, $passwordinput);
    if ($cocok != 1)
     {
      echo "Password anda salah!";
     }
    else
     {
      echo "Password anda benar.";
     }
    ?>

     

  3. strtoupper()Ini adalah istilah lain dari mengubah text yang tadinya huruf kecil semua menjadi huruf besar semua. Cara penggunaannya cukup mudah, cukup dengan menggunakan strtoupper();
    <?php
    $kata= "belajar php";
    $kataberubah= strtoupper($kata);
    echo $kataberubah; //BELAJAR PHP
    ?>
  4. strtolower()
    Ini adalah istilah lain dari mengubah text yang tadinya huruf besar semua menjadi huruf kecilsemua. Cara penggunaannya cukup mudah, cukup dengan menggunakan strtolower();

    <?php
    $kata= "BELAJAR PHP DI WARUNGCODE";
    $kataberubah= strtolower($kata);
    echo $kataberubah;
    ?>
  5. nl2br()
    Menambah baris baru, Ketika anda mengetikkaan sebuah kalimat dalam PHP  dengan banyak baris di dalamnya

    <?php
    $kalimat= "Ini kalimat
    yang panjang
    yang akan di rubah
    menjadi beberapa baris";
    
    echo nl2br($kalimat);
    ?>
  6. strip_tags()
    Memfilter tag html atau menonaktifkan tag html yang tidak dibutuhkan.

    <?php
    $katatag= "INI DIA<u>TOKO</u> TERBARU<a href=
    'http://www.tokopedia.com'> Toko Online TERBARU 
    <strong>DENGAN BANYAK DISKON</strong></a>";
    
    $filterlink  = strip_tags($katatag, "<strong><u>");
    echo $filterlink;
    ?>
  7. explode()
    String yang berisi kata-kata akan dipecah, sehingga menjadi array-array, yang nantinya digunakan untuk kebutuhan tertentu.

    <?php
    $kata= "saya sedang belajar bahasa pemrogaman PHP";
    $arraykata= explode(" ", $kata);
    echo $arraykata[5];
    ?>
    <?php
    $kata= "saya,sedang,belajar,bahasa,pemrogaman,PHP";
    $arraykata= explode(",", $kata);
    echo $arraykata[3];
    ?>
    
  8. implode()
    implode berfungsi sebaliknya, yakni menggabungkan array menjadi satu string, contohnya adalah seperti ini:

    <?php
    $arraybelajar = array("saya", "sedang", "belajar", "bahasa",
    "pemrogaman", "PHP");
    $kalimatbelajar = implode(" ", $arraybelajar);
    echo $kalimatbelajar;
    ?>
  9. strpos()
    Untuk mencari posisi suatu karakter atau string anda dapat menggunakan strpos(). Contohnya adalah sebagai berikut .

    <?php
    $kalimat = "Saya sedang belajar PHP";
    $katayangdicari = "PHP";
    $posisi = strpos($kalimat, $katayangdicari);
    echo $posisi;
    ?>
  10. substr()Menampilkan sebagian isi string dengan substr() biasanya di gunakan untuk artikel yang akan di tampilkan, dalam tampilan list.
    <?php
    $kalimat = "saya sedang mengetik menggunakan keyboard, guna mempelajari
    bahasa PHP";
    $potongkalimat = substr($kalimat, -3);
    echo $potongkalimat ;
    ?>
  11. str_replace()Menimpa karakter dengan karakter yang lain dengan str_replace()
    <?php
    $kalimat = "saya sedang bermain";
    $kalimatbaru = str_replace("bermain", "belajar", $kalimat);
    echo $kalimatbaru ;
    ?>
  12. trim()trim() digunakan untuk menghilangkan spasi, dikiri atau dikanan, biasanya digunakan untuk proses pengolahan inputan username dan password yang dilakukan oleh user, biasanya ini terjadi ketika user tidak sengaja/lupa menekan tombol spasi di keyboard, untuk menanganinya anda dapat menggunakan trim()
    <?php
    $password = " iniadalahpassword ";
    $passwordasli = trim($password);
    echo $passwordasli;
    ?>

     

     

     

Categories
PHP

Belajar PHP Bagian 12 : Menggunakan Array

Array merupakan tipe data terstruktur yang berguna untuk menyimpan sejumlah data yang bertipe sama. Bagian yang menyusun array disebut elemen array(isi), yang masing-masing elemen dapat diakses tersendiri melalui indeks array.

Jika variable itu cuma memiliki satu nilai, maka array memiliki banyak nilai darielemen. Array, merupakan suatu kumpulan data variable yang tersusun secara index. nanti akan saya jelaskan maksudnya itu apa. Array dapat menampung variable yang tipe datanya berbeda-beda.

Seperti yang telah di jelaskan di atas bahwa array dapat di tampilkan dengan cukup memanggil index arraynya, Sehingga apabila anda ingin mengambil nilai dari array, misalkan satu, anda cukup dengan menampilkan nama variable nya kemudian di tambahkan index dibelakang variable tersebut, seperti ini :

<?php
//data array
$data = array(
              'satu',
              'dua',
              3,
              'empat',
              5);
echo $data[0];//menampilkan array index 0

  ?>

Selain itu menampilkan array bisa dengan menggunakan perulangan, jadi jika anda mempunyai banyak data dalam array anda tidak akan kesusahan dalam menampilknanya satu persatu, jika belum tahu penggunaan for di php bisa cek di Belajar PHP Bagian 8 : Menggunakan for di php oke sekarang kita lihat contohnya di bawah ini

<?php
//data array
$data = array(
              'satu',
              'dua',
              3,
              'empat',
              5);
//count di sini untuk menghitung beraapa banyak data di dalam array
for ($i=0; $i<count($data); $i++){
  
  echo $data[$i]."<br>";
}

  ?>
<?php
//data array
$data = array(
              'satu',
              'dua',
              3,
              'empat',
              5);
//count di sini untuk menghitung beraapa banyak data di dalam array
for ($i=0; $i<count($data); $i++){
  
  echo $data[$i]."<br>";
}

  ?>

untuk membuktikannya coba script dibawah ini, script dibawah ini menggunakan fungsi pengelolaan array

<?php
$data = array(
              'satu',
              'dua',
              3,
              'empat',
              5);
for($x=0;$x<5;$x++)
{
echo "Index array Data ke : ".key($data)." Berisi
".current($data)."<br>";
next($data);
}
?>

Lihat hasilnya yang keluar menampilkan data yang terurut dari 0 sampai 4, terus bagaimana kalau kita ingin menampilkan dari index 4 ke index 0 ? kita bisa memanfaatkan fungsi prev() dan end() contohnya seperti berikut ini

<?php
$data = array(
              'satu',
              'dua',
              3,
              'empat',
              5);
end($data);
for($x=0;$x<5;$x++)
{
echo "Index array data ke : ".key($data)." berisi
".current($data)."<br>";
prev($data);
}
?>

Selain itu array dapat di tampilkan dengan cara mengakses array dengan variable yang terpisah contohnya seperti berikut ini :

<?php
$data = array("Warungcode","Tempat Belajar Pemograman","Indonesia",
"Belajar PHP");
list($nama,$slogan,$negara,$kategori) =
$data;
echo $nama."<br>";
echo $slogan."<br>";
echo $negara."<br>";
echo $kategori."<br>";
?>

Lalu bagaimana kalau kita mempunyai data yang tidak terurut dalam sebuah array dan kita ingin menampilkannya dengan terurut ? lihat contohnya di bawah ini

<?php
$data = array(1,3,2,4,7,8,6,5,9,10);
sort($data);
for($x=0;$x<=10;$x++)
{
echo current($data)."<br>";
next($data);
}
?>

kita mengguunakan sort() untuk mengurutkan data yang ada. jadi bagaimana belajar array mudah bukan ??

 

Categories
PHP

Belajar PHP Bagian 11 : Menggunakan Fungsi

Fungsi ini berisi sekumpulan perintah program, bisa berisi argumen if, pengulangan, variable, yang dapat menerima inputan berupa variable berisi nilai kemudian mengolah nilai tersebut sesuai dengan kebutuhan. kalau dalam bahasa sederhananya fungsi sebuah wadah yang bisa kita isi dan bisa kita panggil, bentuk umum dari sebuah fungsi seperti berikut

function namafungsi(parameter1, parameter2, ... parameter n )
{
//code program kita
}

jadi dalam sebuah fungsi kita bisa panggil berkali kali, dan menginput banyak parameter sesuai yang kita butuhkan. lihat contoh dibawah ini.

<?php
//warungcode.com
// pertama kita terlebih dahulu mendefinisikaan fungsinya,
// kemudian mengisi fungsi tersebut dengan sederetan perintah
function fungsiPertama()
{
echo "Contoh menggunakan Fungsi di PHP. Warungcode.com";
}
// untuk dapat menggunakan fungsi yang telah dibuat,
// perlu pemanggilan nama fungsinya.
fungsiPertama();
?>

coba buka dan lihat apa yang terjadi ? kita hanya perlu memanggil fungsi untuk mengeluarkan code yang ada di dalamnya.

Menggunakan parameter dalam fungsi
Sekarang kita akan menggunakan parameter dalam fungsi, Parameter mewakili variable yang nilainya akan diolah. dalam contoh berikut kita akan menampilkan nilai yang dikirim lewat fungsi.

<?php
//warungcode.com
// pertama kita terlebih dahulu mendefinisikaan fungsinya,
// kemudian mengisi fungsi tersebut dengan sederetan perintah

 function fungsiKedua($nilai)
{
  echo "Menampilkan nilai yang dikirim lewat fungsi :".$nilai;
}
// untuk dapat menggunakan fungsi yang telah dibuat,
// perlu pemanggilan nama fungsinya.
$angka = 10;
fungsiKedua($angka);


?>

Pada contoh berikutnya kita akan membuat sebuah kalkulator menggunakan fungsi di php.

<?php
//warungcode.com
// pertama kita terlebih dahulu mendefinisikaan fungsinya,
// kemudian mengisi fungsi tersebut dengan sederetan perintah

 function fungsiTambah($nilai1,$nilai2)
{
  $total = $nilai1 + $nilai2;
  echo "Hasil ".$nilai1." + ".$nilai2." = ".$total;
  echo "<br>";
}
function fungsiKurang($nilai1,$nilai2)
{
 $total = $nilai1 - $nilai2;
 echo "Hasil ".$nilai1." - ".$nilai2." = ".$total;
 echo "<br>";
}
function fungsiBagi($nilai1,$nilai2)
{
 $total = $nilai1 / $nilai2;
 echo "Hasil ".$nilai1." : ".$nilai2." = ".$total;
 echo "<br>";
}
function fungsiKali($nilai1,$nilai2)
{
 $total = $nilai1 * $nilai2;
 echo "Hasil ".$nilai1." x ".$nilai2." = ".$total;
 echo "<br>";
}

fungsiTambah(20,30);
fungsiKurang(60,30);
fungsiBagi(880,40);
fungsiKali(50,30);





?>

Mengembalikan Nilai Fungsi
Mengembalikan nilai fungsi dilakukan jika anda menginginkan nilai dari fungsi tersebutdi olah dalam suatu variable tertentu. Nah biasanya nilai dalam variable nantinya akan digunakan oleh fungsi yang lain. Untuk mengembalikan nilai fungsi, digunakan suatu fungsi return. Contoh implementasinya :

<?php
//warungcode.com
// pertama kita terlebih dahulu mendefinisikaan fungsinya,
// kemudian mengisi fungsi tersebut dengan sederetan perintah

 function fungsiTambah($nilai1,$nilai2)
{
  $total = $nilai1 + $nilai2;
return $total;

 "<br>";
}

$hasil = fungsiTambah(20,30);
echo "Hasil ".$hasil;





?>

Jadi fungsi dapat anda pakai jika anda membutuhkan sebuah algoritma atau code yang selalu anda pakai agar mempermudah dan mempersedikit code program anda, dari contoh di atas anda dapat mengkreasikan seperti yang anda mau.

Categories
PHP

Belajar PHP Bagian 10 : Menggunakan Include dan Require

Hallo coder, pada tutorial kali ini kita akan membahas tentang menggunakan include dan require, fungsi dari include dan require adalah untuk menjalakan banyak file bersamaan dengan cara memasukan file lain kedalam satu file. penulisan include dan riquire seperti berikut ini

include "namafile.php";
require "namafile.php";

pada contoh pertama yang akan kita buat kita akan memasukan variable dalam file yang akan kita include. buat file  beri nama fileinclude.php dan ketikan code dibawah ini

<?php
$nilai = 100;
?>

kemudian kita akan asukan kedalam file lain, kita buat file satu lagi dan kasih nama index.php kemudia ketikan code dibawah ini

<?php

include"fileinclude.php";

if($nilai == 100){

echo"Kamu Hebat";
}else{
echo"Kamu Payah";
}
?>

Kemudian coba kamu jalan kan dan lihat hasilnya. fungsi include disini untuk memanggil file dan mengeksekusi secara bersamaan. coba letakan code include di paling bawah maka akan error. coba code berikut ini.

<?php
echo"<h1>Ini Header</h1><hr><br>";
?>
<?php
echo"<br><hr><h1>Ini Footer</h1>";
?>
<?php
include"header.php";

echo"Ini isi konten ";

require"footer.php";
?>

Coba jalankan dan lihat hasilnya, kita membuat sebuah template, anda dapat menjalankan file include sesuai kebuthan anda agar, file utama tidak terlalu menumpuk code, bayangkan jika ada ribuan code dalam satu file, pdahal kita bisa membagi dalam beberapa file, maka fungsi include dan require disini untuk meng effesiensi kan coding anda, agar lebih mudah dalam developer dan tidak terlalu menumpuk code yang anda buat.

Bagaimana mudah bukan ? dalam tutorial selanjutnya kita akan belajar menggunakan function di php, jadi tetep buka web warungcode yah. salam coder.

Categories
PHP

Belajar PHP Bagian 9 : Menggunakan While dan Do While

Pada tutorial kali ini kita masih membaha perulangan tapi kita menggunakan while dan do while sebagai perulangannya, jika di tutorial sebelumnya kita menggunakan for untuk membuat sebuah perulangan. penggunaan while berbeda dengan while, jika for kita menyimpan varibale nilai awal dan operator incremen di dalam for, for($i=1;$i<10;$i++) kalau di while berbeda lihat code dibawah ini.

<?php
$i=1;
while($i<=10){
echo"Baris $i <br>";
$i++;
}
?>

lihat code diatas, saat kita menggunakan while kita harus mendeklarasikan variabel nilai awal terlebih dahulu dan operator increment berada di dalam while  setelah code yang akan di tampilkan, berbeda dengan for yang semuanya berada di dalam for

jika kita tidak menggunakan operator incerement di dalam while maka perulangan akan terus menerus. sekarang kita lihat do while lihat code dibawah ini.

<?php 
$x = 1; 
do 
 { 
  echo "Baris $x"; 
  $x++ 
 } 
while ($x <= 100); 
?

Hampir sama dengan bentuk perulangan dari while, namun ada sedikit perbedaan di sini, letak dari while yang kita simpan di bawah, dan while yang diatas kita ganti menjadi do, dari semua perulangan yang sudah kita bahas, kegunaan nya sama tapi kita dapat memilih sesuai dengan kebutuhan kita dalam penggunaannya,

dalam tutorial selanjutnya kita akan membahas tentang include dan require di php, semoga tutorial ini dapat berguna bagi kalian, jangan lupa klik ads untuk donasi buat kami.

Categories
PHP

Belajar PHP Bagian 8 : Menggunakan For

Pada tutorial kali ini kita akan membahas tentang Menggunakan For di PHP , for merupakan salah satu jenis perulangan yang cukup sering di unakan, penggunaan for di sesuaikan dengan kebutuhan masing masing, misalkan kita akan membuat 10 bari data, lihat code dibawah ini.

<?php

echo"Baris 1<br>";
echo"Baris 2<br>";
echo"Baris 3<br>";
echo"Baris 4<br>";
echo"Baris 5<br>";
echo"Baris 6<br>";
echo"Baris 7<br>";
echo"Baris 8<br>";
echo"Baris 9<br>";
echo"Baris 10<br>";
?>

Jika sebelumnya kita membuat perulangan seperti di atas, bisa di bayangkan jika kita ingin membuat 100rb perulangan pastinya cape bukan. bandingkan dengan code bi bawah ini

<?php

for($i=1;$i<=10;$i++){

echo "Baris $i <br>";

}

?>

Dan lihat hasilnya sama bukan seperti code sebelumnya, kita hanya perlu 3 baris code untuk membuat sebuah perulangan data sampai berapapun itu, coba lihat code diatas di dalam for terdapat variable $i yang kita kasih angka 1, itu sebagai titik awal perulangan kita dan $i<=10 itu adalah batas perulangan sampai 10. jadi jika kita ingin membuat 100 perulangan kita hanya perlu mengganti angka 10 tersebut menjadi 100

Terus bagaimana kalau kita ingin membuat perulangan dari 100 ke 1, mudah saja lihat code dibawah ini.

<?php
for($i=100;$i>=1;$i--){
	echo "Angka $i <br>";
}
?>

didalam perulangan kita dapat menambahkan operator increment, seperti yang di atas perulangan di atas akan selalu dikurangi, jika di perulangan sebelumnya kita selalu menambahkan.

selain for perulanganpun ada beberapa cara lagi yaitu while dan do while, yang akan kita bahas di tutorial selanjutnya.

Categories
PHP

Belajar PHP Bagian 7 : Menggunakan Switch

Di tutorial sebelumnya kita membahas tentang menggunakan IF dan ELSE, di tutorial kali ini kita akan membahas tentang mengguakan Switch, Switch sebetulnya sama saja dengan argument if, elseif dan else, cuman sedikit berbeda dalam penggunaan syntaxnya. Jika dalam penggunaak if, elseif dan else itu menggunakan {} namun dalam switch untuk memberhentikan keputusan di gunakan fungsi break; bentuk aslinya adalah seperti ini :

switch(variable){ // kita memilih variable yang akan dicocokkan  
case kriteria1: // kita menanyakan kriteria pertama itu apa    
pernyataan1; // kemudian pernyataannya apa ?   
 break;  // di akhir dengan break; begitu seterusnya, hingga kriteria habis     
 case kriteria2:    
pernyataan2;    
break;  // dan seterusnya dan seterunya ...  
}

Disini terlihat ketika kondisinya sesuai di wakili dengan code “case kriterial:” dengan titik dua “:” di belakang setiap kriterianya maka di tulislah pernyataan di awahnya itu.

Contoh kasusnya seperti ini :

<?php 
$nilai = "A"; 
 
switch($nilai) 
{ 
 case "A": 
  echo "Bagusss... baguss..."; 
  break; 
   
 case "B": 
  echo "Baik..."; 
  break; 
   
 case "C": 
  echo "Cukup..."; 
  break;
case "D": 
  echo "Kurang... "; 
  break; 
} 
?>

Sekarang kita bandingkan dengan project sebelumnya sudah tau kan perbedaannya, pengunaan switch tidak bisa sepeti if , elseif dan else di tutorial sebelumnya kita bisa menggunakan lebih dari, kurang dari, tidak sama dengan, tapi dalam penggunaan switch sama dengan kita menggunakan == di if dan elseif

switch itu hanya digunakan pada satu jenis variable saja namun memiliki nilai yang berbeda. tetapi dalam if, else if, dan else dapat digunakan pada variable yang berbedabeda dan nilai yang berbeda. switch ataupun if, else if, dan else tentunya dapat anda gunakan sesuai dengan kebutuhan anda nantinya.

Begitulah tutorial tentang bagaimana menggunakan switch di php di tutorial selanjutnya kita akan bertemu dengan pembahasan mengunakan perulangan for, while dan do while di PHP, sampai bertemu di tutorial selanjutnya. semoga artikel dapat berguna. salam coder

Categories
PHP

Belajar PHP Bagian 6 : Menggunakan IF dan ELSE

Dalam tutorial kali ini kita akan membahas tentang menggunakan IF dan ELSE. setelah di tutorial sebelumnya kita membahas tentang penggunaan operator.Argument IF sering sekali di gunakan oleh programmer.

Menggunakan Argumen IF

IF biasaanya di lakukan ketika akan membandingkan suatu nilai atau suatu kondisi. Dalam dunia nyata membandingkan kondisi sering digunakan misalnya.

“Jika nilai lebih dari 70 maka saya lulus”

Ini berarti dari kalimat tadi jika nilai lebih dari 70 itu adalah nilai atau kondisi dan saya lulus adalah sebuah statement kita coba implementasinya didalam codingan php

<?php

$nilai = 85

 if ($nilai > 70)  {  

echo "Saya lulus!";

  }

 ?>

 

Lihat pada  baris kode urutan ke 3

if ($nilai > 70) 

tanda “>” ini merupakan operator perbandingan yang membandinggkan isi variable $nilai dengan nilai 70, jika bernilai TRUE maka akan di tampilkan pernyataan di baris bawahnya, jika benar maka pernyataan yang berada di dlam tanda {} akan tampil, jika tidak php akan berhenti eksekusi filenya

coba lihat code dibawah ini

<?php
$jarak = 40;
if ($jarak <= 40)
 {
  echo "Jalan kaki saja";
 }
if ($jarak >= 40)
 {
  echo "Naik Motor";
 }
if ($jarak != 40)
 {
 echo "Diam ditempat";
 }
?>

 

Menggunakan Argumen if dan else

Argumen if dan else apabila digunakan secara bersamaan maka akan dapat menghasilkan dua statement.  Jika if itu hanya dapat menghasilkan satu statement saja, maka if dan else akan menghasilkan 2 opsi statement pada satu kondisi. Dalam kehidupan nyata jika anda mengalami suatu kondisi maka akan terdapat beberapa opsi, contoh nyatanya adalah sebagai berikut :

Jika nilai lebih dari 70

Maka saya lulus

Jika tidak

Maka saya tidak lulus

<?php

$nilai = 85

 if ($nilai > 70)  {  

echo "Saya lulus!";

  }else{

echo”saya tidak lulus”;

}

 ?>

 

Menggunakan Argumen if, else if, dan else

Menggunakan Argumen if, else if, dan else Jika pada argumen if dan else itu dapat menggunakan dua kondisi, yakni kondisi jika benar, dan jika salah, pada argumen if, else if, dan else, anda dapat menggunakan kondisi yang tidak terbatas. dan masing-masing kondisi/kriteria memiliki masing-masing pernyataan/statement. Dalam dunia sehari-hari argumen if, else if, dan else memiliki contoh seperti ini :

 

Jika nilai lebih dari sama dengan 90 dan kurang dari sama dengan 100

Maka Mendapakan nilai A

Jika nilai lebih dari sama dengan 80 dan kurang dari 90

Maka Mendapakan nilai B

Jika nilai lebih dari sama dengan 70 dan kurang dari 80

Maka Mendapakan nilai C

Jika nilai lebih dari sama dengan 50 dan kurang dari 70

Maka mendapatkan nilai E

Jika nilai lebih dari sama dengan 0 dan kurang dari 50

Maka mendapatkan nilai F

perhatikanlah contoh penggunaannya seperti yang dibawah ini

 

<?php

$nilai=70;

If($nilai >= 90 && $nilai <= 100){

Echo”Mendapatkan nilai A”;

}elseif($nilai >= 80 && $nilai < 90){

Echo “Mendapatkan nilai B”;

}elseif($nilai >= 70 && $nilai <80){

Echo “ Mendapatkan nilai c”;

}elseif($nilai >= 50 && $nilai<70){

Echo “Mendapatkan nilai E”;

}elseif($nilai >= 0 && $nilai < 50){

Echo”Mendapatkan nilai F”;

}

?>

 

di dalam penggunaan argumen if, else if, dan else terlihat begitu tidak terbatas jika di aplikasikan kedalam kasus yang lain. Jadi terus kembangkanlah, di tutorial selanjutnya  kita akan membahas tentang Menggunakan pemilihan switch di PHP

Categories
PHP

Belajar PHP Bagian 5 : Menggunakan Operator

Dalam tutorial sebelumnya kita membahas tentang bagaimana cara menggunakan constant dan variable, sekarang kita akan membahas bagaimana cara menggunakan operator di php. Sebelum ke codingan kita berkenalan dulu dengan operator di php

Pengertian Operator

Operator membuat suatu nilai menjadi penting. Ada beberapa jenis operator yang berguna dalam pemrogaman menggunakan PHP. Operator Aritmatik, Operator Perbandingan, Gabungan Operator Aritmatik dan Assignment

Operator Aritmatika

Berikut ini adalah tabel operator aritmatik, makna dan contohnya:

Contoh yang pertama kita akan membahas tentang operator aritmatika lihatlah code berikut ini

<?php

// contoh operator matematika

$pengurangan = 3.033.032.020 -3.033.031.924;

$pertambahan = 3.033.032.020 +3.033.031.924;

$perkalian = 3.033.032.020 * 3.033.031.924;

$pembagian = 3.033.032.020 / 3.033.031.924;

$hasilbagi = 200 % 4 ;

echo "3.033.032.020 - 3.033.031.924 = $pengurangan" ;

echo "3.033.032.020 + 3.033.031.924 = $pertambahan" ;

echo"3.033.032.020 * 3.033.031.924 = $perkalian" ;

echo"3.033.032.020 / 3.033.031.924 = $pembagian" ;

echo"200 % 4 = $hasilbagi";

//pengurangan di wakili tanda '-'

//penjumlahan di wakili tanda '+'

//perkalian di wakili tanda '*'

//pembagian di wakili dengan tanda '/'

//sisa hasil bagi di wakili dengan tanda '%'

?>

 

Operator Aritmatika ini layaknya anda berhitung menggunakan matematika, mulai dari pengurangan, penjumlahan, perkalian, pembagian.

Operator Perbandingan

Berikut ini adalah beberapa contoh penggunaan operator perbandingan dan hasilnya.

Kombinasi Operator Aritmatik dan Assignment

Berikut ini adalah bentuk-bentuk operator jenis ini.

Operator Pre/Post Increment dan Decrement

Operator jenis ini merupakan pengembangan dari operator jenis sebelumnya. Operator ini hanya digunakan pada proses increment maupun decrement dengan tingkat 1. Berikut ini adalah operator yang termasuk jenis ini:
$x++; ekuivalen dengan $x += 1; atau $x = $x + 1;
$x–; ekuivalen dengan $x -= 1; atau $x = $x – 1;

<?php
	$x = 4;
	$x++;
	echo "$x <br>";
	$x = 4;
	$x--;
	echo "$x <br>";
?>

Operator assignment

Operator assignment merupakan operator yang berguna untuk memasukkan nilai kedalam suatu variable. Dan jangan lupa, setiap baris code harus di tutup dengan ‘;’ atau script anda akan error. Lihat code berikut ini

<?php

// contoh operator assignment

$panjang = 10; // contoh assignment

$lebar = 8; // contoh assignment

$luas = $panjang * $lebar ; // contoh assignment juga

// tanda '=' mewakili proses assignment,

// ada beberapa tanda lagi yang dapat

// melakukan assignment,

// assignment penjumlahan diwakili tanda '+=' contohnya

$tambahdua = 2;

$tambahdua += 2;

echo $tambahdua."<br>" ;

//hasilnya 2 hal ini sama dengan pernyatan :

//$tambahdua = $tambahdua + 2;

//assignment pengurangan diwakili tanda '-=' contohnya

$clip = 22;

$clip -= 2; // sama dengan $clip = $clip - 2;

echo $clip;

?>

 

hal ini juga sama dengan perkalian di wakili tanda ‘*=’ dan pembagian ‘/=’ contoh yang lebih lengkapnya adalah seperti ini :

<?php

$a = 50;

$b = 40;

$c = 30;

$d = 20;

echo "Hasil dari adalah ".$a+=2;

echo "Hasil dari adalah ".$b-=2;

echo "Hasil dari adalah ".$c*=2;

echo "Hasil dari adalah ".$d/=2;

?>

 

logikanya adalah sebagai berikut, kita ambil salah satu, misalkan :

$a+=2

ini berarti sama saja dengan :

$a = $a + 2;

karena a bernilai 50, maka tambahkan 2 kepada 50, sehingga 50 + 2 = 52  Begitu juga untuk pengurangan, perkalian, dan pembagian. Perlu di catat di sini, ada

bentuk baris seperti ini :

echo “Hasil dari 50+=2 adalah ” . $a+=2 ;

dengan tanda titik, tanda titik memiliki arti melanjutkan kalimat. anda juga bisa menggantikan titik dengan koma. Sebagai contoh apabila kita ingin menulis kalimat “Saya belajar PHP” kedalam 3 bagian, kita dapat menulisnya seperti ini

echo “Saya” . “Belajar” . “PHP” ;

atau juga bisa seperti ini :

echo “Saya” , “Belajar” , “PHP” ;

sehingga untuk menampilkan angka 5 yang berada dalam variable $a, bisa seperti ini :

echo “Nilai a adalah $a”; atau echo “Nilai a adalah”. $a;

Sampai jumpa di artikel selanjutnya semoga dapat berguna. Salam coder.

Categories
PHP

Belajar PHP Bagian 4 : Menggunakan Constant dan Variable

Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tenteng Constant dan Variable di PHP, PHP memiliki dua jenis nilai, yakni Constant dan Variable. Keduanya sangat berpengaruh kedalam pemrograman PHP itu sendiri, karena dengan tidak ada kedua nilai ini maka PHP hanyalah barisan code saja tanpa nilai.

Pengertian Constant

Constant diartikan sebagai suatu nilai yang tidak bisa di modifikasi lagi. bersifat mutlak dan tidak dapat dirubah lagi. biasanya di gunakan untuk bilangan yang tetap, misalkan jari jari dari sebuah lingkaran, tanggal lahir seseorang dalam PHP untuk mendefinisikan Constant sebagai berikut

<?php
 define("Pi", 3.121592);
 echo Pi;
?>

oke sekarang kita akan coba contoh di atas dengan mengintegrasikannya dengan html, buatlah file baru dan ketikan seperti berikut

<!-- Belajar Constant -->
<html>
<head><title>Belajar Constant</title></head>
<body>
ini dia jari jari lingkaran 
<?php
 define("Pi", 3.121592);
 echo Pi;
?>
</body>
</html>

coba buka file tersebut maka yang akan keluar seperti berikut

ini dia jari jari lingkaran 3.121592

Pengertian Variable

Variabel adalah tempat menyimpan data, Variabel memiliki nama Dalam PHP variabel diawali dengan karakter $ diikuti dengan huruf sebagai karakter pertama setelah $, kemudian kombinasi karakter dan angka. Tidak boleh ada spasi dan tanda baca dalam penamaannya kecuali _(garis bawah, under score)

Syntax: $nama_variabel = nilai;

Contoh nama variabel yang benar :

  • $namauser
  • $password
  • $kota2
  • $tmpat_lahir

Contoh nama variabel yang salah :

  • $nama user
  • $pass/word
  • $kota 2

Variable merupakan suatu nilai yang masih dapat di ubah dengan cara di isi ulang. berbeda dengan Constant yang tidak dapat dirubah dan bersifat mutlak. Coba perhatikan code berikut ini :

<?php
 $vab = 2012;
 echo $vab;

 $vab = "Ini Berubah";
 echo $vab;
?>

coba code tersebut dengan nama variable yang sama yaitu $vab tapi dengan isi yang berbeda tampilan pertama akan terlihat b tapi yang kedua terlihat Ini berubah. Variable selalu diawali dengan $ . ada beberapa jenis tipe data untuk variable. 3 jenis tipe data induk yakni integer, float dan string

Cara penulisan variable

dalam penulisan variable ada hal-hal yang harus di perhatikan dan jika tidak diikuti maka variable tersebut tidak akan menjadi variable, tapi bilangan lain atau error, ini adalah cara penulisan variable di php

  • $variable harus diawali oleh huruf atau _ , tidak boleh memuat spasi tidak boleh memuat spesial karakter
  • $2010 ini salah satu contoh penulisan variable yang salah
  • $ini bukan variable ini juga salah dalam penulisan variable
  • $_variable1 ini penulisan variable yang benar

Begitulah penggunaan variable dan constant, harap berhati hati dalam penulisan variable, seperti yang telah di bahas di atas. untuk di tutorial selanjutnya kita akan membahas bagaiman menggunakan Operator di PHP. semoga tutorialnya dapat berguna. Salam Coder